26 Desember 2025

MENDIDIK ANAK DAN MENANAM TANAMAN

Allah menurunkan Al-Qur'an agar menjadi petunjuk, pedoman, dan pelajaran utama bagi seluruh umat manusia untuk membedakan kebenaran dan kesesatan, mencapai kebahagiaan dunia akhirat, menyempurnakan ajaran sebelumnya, serta menjadi sumber ilmu dan ketenangan batin.

Tafakur mengandung arti memikirkan, merenungkan, mengingat Allah melalui segala ciptaanNya yang tersebar di langit dan bumi. Bahkan yang ada dalam diri manusia sendiri, seperti yang dikutip dari buku Spiritual Management karya Sanerya Hendrawan.

Quraish Shihab dalam buku Tadabbur Quran Tafakur Alam berpendapat bahwa tafakur dibentuk dari kata fikr berasal dari fakr dalam bentuk faraka yang berarti mengorek sehingga apa yang dikorek muncul, menumbuk hingga hancur, menyikat (pakaian) hingga kotorannya hilang.

Tafakur adalah mengerahkan segala kemampuan hati untuk menemukan hikmah dalam setiap petunjuk. Tafakur mengenai ayat dalam al-Qur’an memiliki beberapa kaitan dengan diantaranya Tafakur dalam kalimah amstal, tafakur dalam memahami sebuah kisah, dan tafakur dalam kalimah akibat (mengenai apa penyebab sehingga suatu kejadian/musibah itu terjadi).

Salah satu yang bisa kita ambil, dan kemudian diambil pelajaran dan hikmah dari ayat tersebut adalah dalam Surat Ali-Imran Ayat 37 

 فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُوْلٍ حَسَنٍ وَّاَنْۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًاۖ

“Dia (Allah) menerimanya (Maryam) dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik,” Ayat ini berkaitan dengan kisah Siti Hana dalam membesarkan, mendidik putrinya yaitu Siti Maryam. Dengan usahanya itu sehingga tumbuhlah Siti Maryam yang memiliki kelebihan dibanding dengan sosok istir/ibu yang lainnya. Tetapi dalam proses pertumbuhan bayi ini menggunakan kalimat yang biasa untuk tumbuhan/tanaman.

Kata yang digunakan untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi Maryam adalah Anbataha nabaatan. Nabata merupakan bentuk fi’il madhi.(نَبَتَ) nabata artinya menanam atau menumbuhkan di bahasa Indonesia, Tulisan arab nabata adalah نَبَتَ. 

Kata kerja (fi'il) "anbata" (أَنۢبَتَ) dan bentuk kata turunannya dari akar kata nun-ba-ta (ن ب ت) disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur'an, umumnya dalam konteks penciptaan dan pertumbuhan, terutama yang berkaitan dengan tumbuh-tumbuhan. Kata ini secara umum memiliki makna "menumbuhkan" atau "menyebabkan sesuatu tumbuh" dari bumi, baik secara harfiah (tanaman) maupun kiasan (manusia atau pertumbuhan spiritual). 

Contoh surat al-Baqarah ayat 61 : "...maka mintalah kepada Tuhanmu agar  Dia menumbuhkan untuk kami sebagian dari apa yang ditumbuhkan bumi..." (Q.S. Al-Baqarah [2] : 61). (

Ayat  ini  merujuk  pada  permintaan  Bani Israil akan hasil bumi seperti sayuran, mentimun, dan bawang putih.

Ayat-ayat lain yang menggunakan kata ini atau turunannya sering kali merujuk pada kemampuan Allah SWT dalam menumbuhkan berbagai jenis tanaman, biji-bijian, dan kebun-kebun dengan air hujan, misalnya dalam Q.S. An-Naba [78]: 15, Q.S. Al-An'am [6]: 99, Q.S. Ar-Ra'd [13]: 4, dan banyak lagi. 

Sehingga menjadi ibrah bagi kita adalah dalam mendidik, menjaga mengarahkan putri putri kita selayaknya seperti seorang petani menggarap lahan pertaniannya. Dimulai dari perencanaan tanaman apa yang akan ditanam, tehnik pengelolaan tanah, benih yang unggul, obat/pupuk yang tepat, waktu penyiraman, sampailah kepada masa panen, tumbuhan tersebut bisa diambil untuk dijual maupun untuk dikonsumsi.

Artinya begitu juga dalam mendidik anak kita, sejatinya bahwa mendidik anak itu bukan diwaktu anak sudah bisa bicara, sudah bisa berjalan semata. Melainkan mendidik anak itu dimulai dari perencanaan orang tua sebelum memiliki anak, memberikan nama yang terbaik, menempatkan di tempat yang baik, dititipkan kepada orang yang baik, diberikan konsumsi makanan yang baik sehingga terwujudlah sosok anak yang terbaik pula. Sebagaimana proses, usaha Siti Hana dimulai dari berdo’a sepenuh hati untuk mendapatkan bayi, dikuatkan dengan tekad dan cita-cita mulia bahwa anaknya menjadi Muharoron, diberikan nama terbaik, ditempatkan di tempat yang terbaik yaitu mihrab, diasuh oleh orang pilihan yaitu nabi Zakaria, diberikan asupan makanan yang halal “hadza min ‘Indillah” sehingga bertumbuhlah sosok Siti Maryam, Allah menyebutnya dengan “Wa anbatahaa nabaatan Hasanaa”.

Kata kuncinya ikhtiar mendidik anak ibarat seperti memelihara tanaman yang diurus dengan apik dan teliti. Pada Ayat lain Allah membuat perumpamaan layaknya tumbuhan yang lain yaitu seperti Pohon, yang tercantum dalam surat Ibrahim ayat 24. Yang berbunyi

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَاۤءِۙ ۝٢٤

“Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimah ṭayyibah? (Perumpamaannya) seperti pohon yang baik, akarnya kuat, cabangnya (menjulang) ke langit,”

Allah membuat permisalan dengan Pohon Yang Besar, Akarnya menghunjam kedalam tanah, Batang daun dan buahnya menjulang Kelangit dengan rindang. Ada Mufassirin menjelaskan bahwa Akar itu adalah Iman/Tauhid sedangkan Batang yang menjulang dengan daun dan buah itu adalah amal Sholeh. 

Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (perumpamaan kalimat yang baik) persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (seperti pohon yang baik) yaitu orang mukmin (akarnya teguh) dia berkata, 'Tidak ada Tuhan selain Allah yang ada dalam hati orang mukmin (dan cabangnya (menjulang) ke langit) dia berkata, amal orang mukmin dinaikkan ke langit.

Pelajaran berharga bagi kita, ketika seseorang  memiliki Iman yang Kuat maka otomatis dia akan memiliki amal soleh yang rindang, amal sholeh yang begitu banyak, dengan amal sholeh tersebut Allah mengangkat dirinya kedalam kemuliaan. Ucapan yang baik dan amal sholeh akan diangkat Allah.

Begitu pun apabila orang tua mendidik anaknya dengan penuh ketekunan, kesabaran layaknya para petani dalam menanam suatu tanaman, seorang anak yang dibimbing dengan kesabaran, ketekunan, keteguhan Iman yang besar sehingga menghasilkan akar iman dalam diri anak yang menghunjam dalam Hatinya, sehingga berdampak pada ucapan yang santun dan amal sholeh yang banyak, dengan amal sholeh tersebut mengangkat dirinya menjadi pribadi yang Mulia. Kokoh dalam akidah, Sempurna dalam ibadah dan Indah dalam bermumalah.

Sebaliknya Bagi orang tua yang mendidik anak tanpa perencanaan dan pemeliharaan yang tekun dan sabar, diibaratkan 

كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ

Akarnya tidak menghunjam kedalam tanah, tidak memiliki dasar yang kuat untuk menjadikan batang yang kuat, daun dan buah yang tidak menjulang ke langit. Anak yang tidak tumbuh dengan penuh ketekunan, tidak dibangun akar iman yang kokoh, maka tidak mustahil anak tersebut tidak akan menhasilkan buah amal sholeh yang sempurna. Ma laa min Qorirrin.

Al Fakir Abah yudi 

#DakwahDigital #LDKPPMuhammadiyah #Muhammadiyah #DakwahKomunitas #DaiDigitalMuhammadiyah

26 November 2025

ASSALAMU'ALAIKUM SEBELAS

https://wayground.com/join?gc=04834426&source=liveDashboard


Semoga hari ini selalu diberikan kelancaran dan keberkahan, Aamiin.


Sumangga di klik tautan diatas, lalu diisi ya, dan jangan lupa ketik daftar hadir di kolom komentar dengan menulis "Hadir_nama_kelas"

Demikian untuk hari ini, terimakasih dan maaf ya merepotkan. :)

ASSALAMU'ALAIKUM DUABELAS

https://wordwall.net/play/103017/405/142

Semoga hari ini selalu diberikan kelancaran dan keberkahan, Aamiin.


Sumangga di klik tautan diatas, lalu diisi ya, dan jangan lupa ketik daftar hadir di kolom komentar dengan menulis "Hadir_nama_kelas"

Demikian untuk hari ini, terimakasih dan maaf ya merepotkan. :)

24 November 2025

ASSALAMU'ALAIKUM SEPULUH

Contoh Soal untuk penjodohan, silahkan kalian semua cocokan antara kolom yang sebelah kiri dengan kolom sebalah kanan. 

1. Langkah awal yang prosedural untuk memulai menggunakan seperangkat komputer yang terdiri dari CPU, monitor, dan stabilizer adalah dengan menekan tombol....

A. SHUTDOWN

2. Komponen perangkat keras yang berfungsi untuk mengolah data  yang masuk adalah ...

B. COPY

3. Komputer akan bekerja jika menggunakan sebuah perangkat lunak yang biasa disebut...

C. WINDOWS

4. Perangkat yang berfungsi memasukkan perintah berbentuk huruf dan angka atau simbol ditunjuk pada gambar dibawah ini...

D. POWER

5. Untuk menggandakan data dipakai tombol adalah...

E. CPU

6. Berikut ini adalah perangkat lunak sistem operasi…

F. SOFTWARE

7. Alat untuk mengkonversi atau mengubah gambar manual menjadi gambar digital adalah fungsi dari...

G. BRAINWARE

8. Tombol yang digunakan untuk mengahiri penggunaan komputer adalah...

H. KEYBOARD

9. Pada Keyboard fungsi dari tombol “Caps Lock” pada pengeditan dokumen pada aplikasi pengetikan adalah…

I.  RESTART

10. Microsoft Office Word biasa disebut perangkat lunak atau sistim pengolah ...

J. MICROSOFT EXCEL

11. Central Processing Unit atau CPU menerima arus listrik melalui sebuah komponen yang disebut ….

K. INTERNET

12. Kadang ditemukan komputer hang/macet maka harus diaktifkan ulang komputer tersebut yang awalnya sudah aktif disebut . . . .

L. Membuat Huruf KAPITAL

13. Komputer bisa terhubung dalam sebuah jaringan, baik menggunakan Kabel atau nirkabel disebut ....

M. POWER SUPLY

14. Bagian dari sistem computer yang berperan sebagai pengguna disebut ....

N. SCANNER

15. Ms. Office adalah sebuah paket aplikasi untuk perkantoran yang dikembangkan oleh perusahaan software ternama yaitu Microsoft Office, dibawah ini adalah icon Microsoft office untuk mengolah Angka ...

O. KATA

 Nah, untuk jawabannya silahkan tulis dikolom komentar, dengan cara sebutkan nama_Kelas_jawaban

Misal : 1-E, 2-C, 3-D, 4-A,...dst.

Pahimtum?. selamat mencoba!

28 Oktober 2025

Al-Kautsar Papandak Wanareja Garut






 

WORKSHOP GURU MDT, RA SE KEC. WANARAJA

Pada hari Ahad, 19 Oktober, bertempat di aula Yayasan Al-Kautsar KPM Papandak, Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, telah dilaksanakan Workshop Hipnoterapi yang diikuti oleh para guru PAUD, RA, dan MDT dari lingkungan Wanaraja. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar dan memberikan pendekatan yang efektif serta inovatif melalui hipnoterapi.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Bapak H. Cecep Khoerudin, S.Pd.I., yang menyampaikan pentingnya pengembangan metode pembelajaran yang mampu menjangkau potensi maksimal anak didik. Sambutan tersebut menjadi motivasi awal bagi para peserta untuk mengikuti workshop dengan antusias.

Workshop dipandu oleh dua pemateri ahli, yaitu Bapak Diniarth, seorang ahli hipnoterapi yang berpengalaman, serta Ustadz Dudin Baderudin, S.Pd., MPD, seorang motivator PPA yang dikenal mampu memberikan motivasi dan penguatan mental bagi pendidik. Dalam sesi ini, para peserta diajak memahami dasar-dasar hipnoterapi, teknik-teknik penerapannya dalam pembelajaran, serta cara mengoptimalkan potensi anak melalui pendekatan yang humanis dan efektif.

Kegiatan ini berjalan dengan interaktif dan penuh semangat, di mana para guru mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung serta berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar di PAUD, RA, dan MDT.

Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan para guru dapat mengaplikasikan teknik hipnoterapi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak didik di lingkungan Wanaraja.

2 Oktober 2025

IKATLAH ILMU DENGAN MENULIS

IKATLAH ILMU DENGAN MENULIS

(Rai Bhakti Juniar, S.Pd./Guru SMA Muhammadiyah Wanaraja)

Menulis merupakan sebuah aktivitas yang secara ilmiah terbukti memberikan banyak sekali manfaat. Segala ilmu pengetahuan yang kita dapatkan dari berbagai sumber akan menjadi semakin terasah dan tajam jika dituangkan dalam bentuk tulisan.

Ada 2 pertanyaan umum yang bisa ditanyakan oleh seseorang yang ingin memperdalam dan memperkaya dunia tulis menulis, yaitu pertama:”apa yang harus dilakukan pertama kali untuk bisa menjadi seorang penulis?”. Dan, kedua, : “apa tips dan trik untuk menjadi seorang penulis?”

Ada banyak literatur how to bisa kita baca tentang keterampilan menulis, dan mayoritas dari literatur tersebut hanya memberikan 3 syarat dasar untuk menjadi seorang penulis, yaitu :

a. Mulai menulis
b. Mulai menulis
c. Mulai menulis
Betul, mulailah menulis. Tidak ada cara lain.
Hidupkan laptop anda dan buka aplikasi pengolah kata disana, atau ambil kertas kosong dan sebuah pulpen, lalu mulailah menuangkan segala yang ada dalam fikiran anda kedalamannya. Isilah halaman kertas kosong yang putih dihadapan anda menjadi sebuah halaman yang penuh dengan coretan. Itulah yang telah dilakukan oleh banyak penulis – penulis besar dengan karya mereka.

Wadah untuk belajar menulis bisa dimana saja, kertas putih sederhana, diary, aplikasi pengolah data, laman aplikasi media sosial yang kita miliki, blog, opini di surat kabar, artikel di Jurnal, publikasi lembaga, bahkan jika sudah menapak level yang lebih tinggi kita bisa menuangkan segala isi fikiran kita dalam sebuah buku.

Tidak ada jalan singkat untuk menjadi seorang ”penulis handal” (misalnya), semua butuh proses, dan kita pasti akan menempuh proses tersebut, dan kemudian belajar untuk menghargainya. Harapan besar bagi seorang penulis adalah hasil karyanya bisa dipublish dan dibaca oleh publik, dalam bentuk apapun. Akan tetapi, sebelum sampai kesana, semua tetap diawali oleh satu langkah kecil : Mulailah menulis.

Kemudian, setelah mencoba untuk mulai menulis, baru kita melihat hal lain, yaitu beberapa hal yang bersifat teknis yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan skill merangkai kata, demi kata, bait perbait, kalimat perkalimat dan sampai membuat paragraf dengan rangkaian kata. Dahulu waktu kita di sekolah dasar belajar yang namanya menulis karangan atau membuat cerita pendek, baik tentang liburan panjang sekolah atau sejarah Indonesia. Begitu pula ketika memasuki jenjang SMP dan SMA ada pelajaran menulis cerita pendek, menulis berita, opini dan lainnya. Hal inilah kalau kita latih secara terus menerus dengan menulis, akan melatih kita berfikir secara luas lagi, baik ide, gagasan, wawasan.

So ......teman-teman mari kita senantiasa berlatih menulis, ikatlah ilmu dengan tulisan. Seperti halnya yang tadi saya bahas, mulai menulis, mulai menulis, mulai menulis, betul mulailah menulis tidak ada cara lain dan teruslah berlatih menulis sehingga menjadi catatab penting dalam hidup kita. “Ikatlah Ilmu Dengan Tulisan”,

24 September 2025

PESAN YANG TIDAK DIBACA

Pada suatu hari, ditempat yang berbeda kita bertemu dengan orang yang baru dikenal, sedikit perbincangan membuka perkenalan yang mengantarkan kepada pertukaran nomor telepon. Jangan selalu dibayangkan itu jadi pacar, tetapi siapapun itu boleh jadi perkenalan karena kesamaan hobi atau apapun itu.
Seiring waktu berjalan, adalah sedikit chat dengan orang baru tersebut. Nah ternyata, orang tersebut selalu mengirim chat kepada kita diwaktu orang jarang nge chat, yaitu ketika di 1/3 malam. Yups betul yaitu diwaktu sholat tahajud. Masya Allah tabarakallah orang itu mengingatkan kita supaya sholat tahajud loh.
Ya Allah sontak kita mengatakan dalam hati  "orang ini baik banget, Sholeh banget, padahal baru kenal, tapi dia membangunkan dan mengingatkan kepada kita untuk sholat Tahajud".
Nah poinnya disini. Ada di kalimat terakhir yaitu kita memuji dan menyebut orang hebat kepada orang baru dikenal karena membangunkan kita untuk sholat Tahajud.
Padahal selama ini banyak dan ada dalam diri kita yang selalu mengirim pesan supaya kita bangun tidur untuk sholat Tahajud.
Seperti terkadang kita tuh pernah ingin buang air kecil kan, padahal itu jam 03.00 dimana waktu enak enaknya tidur. Kita pernah bangun karena anak bayi kita menangis, terkadang kita pernah dibangunkan oleh anak kita yang selalu bilang ada keperluan seperti mau minum, mau pipis, mau BAB dsb.
Dan ternyata itu tuh adalah pesan dari Allah yang kangen dengan tahajud kita, yang rindu dengan kedua tangan kita yang diangkat untuk berdoa.
Namun masalahnya kita tidak menyebutkan rasa terimakasih kepadanya karena menganggap itu fenomena biasa.
Huwallohu alam.

11 September 2025

SENI BUDAYA SENI PATUNG

Patung disebut plastic art atau seni plastik karena identik dengan karya manusia yang meniru bentuk dan memiliki keindahan (estetik). Bentuk yang ditiru tidak hanya manusia, tetapi bentuk lain juga. Patung bersifat 3 dimensi atau benda yang bervolume, yang bisa dilihat dari segala arah. 

Beberapa pendapat tentang seni patung : 

1.  Mikke Susanto, Seni patung adalah karya seni tiga dimensi yang bentuknya dibuat dengan metode subtraktif (mengurangi bahan seperti memotong, menatah) atau aditif (membuat model lebih dulu seperti mengecor dan mencetak). 

2.    Soenarso dan Soeroto, Seni patung adalah semua karya dalam bentuk meruang 

3.  Menurut Kamus Besar Indonesia, Patung adalah benda tiruan, bentuk manusia dan hewan yang cara pembuatannya dengan dipahat 

4.    B.S Myers, Seni patung adalah karya seni tiga dimensi yang tidak terikat pada latar belakang apa pun atau bidang mana pun pada suatu bangunan


Berdasar tujuan pembuatannya, seni patung ada 3 yaitu : 

  1. Patung sebagai Fungsi Personal, diciptakan untuk kepentingan personal (pribadi), sebagai ekspresi perasaan, dan ungkapan pribadi, termasuk tujuan religi (sarana beribadah), contohnya patung Galeri Nasional Jakarta : 


  1. Patung sebagai Fungsi Sosial, diciptakan untuk memperingati peristiwa bersejarah atau mengenang jasa pahlawan dalam sebuah bangsa atau kelompok. Dalam catatan sejarah contohnya patung Monumen Pancasila Sakti : 

  1. Patung sebagai fungsi fisik, menciptakan dan membuat patung untuk dinikmati keindahannya atau bernilai estetik. Patung yang dibuat sengaja untuk menghiasi taman, dekorasi kantor, gedung, dan berfungsi memperindah kontruksi bangunan.

Berikut contohnya : 


Berdasar wujudnya, seni patung modern ada 2 yaitu : 

1.    Bentuk  Imitatif (Realisme/Representatif) : tiruan dari bentuk alam (manusia, hewan, dan tumbuhan). Perwujudannya berdasar fisio plastis atau bentuk fisik, anatomi proporsi, harmoni dan kesatuan bentuk. Patung realis contohnya pada karya Hendro, Trubus, Saptoto, dan Edy Sunarso. Berikut contoh patung figuratif : 

2. Bentuk Nonfiguratif (Abstrak), bersifat abstrak, meninggalkan bentuk alam untuk perwujudannya. Patung yang tidak menampilkan bentuk umum yang dikenal, seperti bentuk yang ada di alam.

Mengolah elemen-elemen rupa tri-matra seperti garis, bidang, ruang, dan memperlakukan unsur-unsur rupa tersebut sebagaimana adanya dan tidak mengambarkan bentuk alam.

Berikut contoh patung non figuratif : 

Bahan seni patung yaitu : 

  1. Bahan lunak, adalah material yang empuk dan mudah dibentuk, contohnya tanah liat, lilin, sabun, plastisin, dan lainnya. Sabun  mudah di bentuk, tetapi ukurannya kecil, sehingga ada keterbatasan dalam berkarya yang lebih besar 
  2. Bahan sedang, adalah bahan yang tidak lunak dan tidak keras, Contohnya kayu waru, sengon, randu, dan mahoni
  3. Bahan keras, berupa kayu dan batu-batuan, contohnya kayu jati, sonokeling, dan ulin, bahan kerasa dari batu contohnya batu padas, granit, andesit, dan pualam (marmer)
  4. Bahan cor/cetak, bahan yang dipakai untuk proses cetak yaitu semen, pasir, gipsum, logam, timah, perak, emas, dan bahan kimia fiber atau resin 
  5. Bahan bahan lain yang ada di sekitar atau benda bekas lainnya, contohnya kertas kardus, plastik, dan sebagainya.

Alat yang digunakan membuat patung yaitu : 

  •  Butsir, adalah alat bantu untuk membuat patung, berbahan kayu dan kawat 
  •  Meja putar, adalah meja bulat yang bisa berputar, berfungsi memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah 
  •  Pahat, adalah alat untuk memahat, mengurangi, atau membentuk bahan batu, kayu, dan bahan keras lainnya 
  • Sendok adukan, berfungsi mengambil adonan dan menempelkan pada kerangka patung 
  • Alat las karbit/listrik

Teknik Berkarya Seni Patung : 

  1. Teknik pahat, adalah mengurangi bahan menggunakan alat pahat. Misalnya, membuat patung dan relief dengan bahan dasar kayu dan batu. Alat yang digunakan adalah pahat dan palu 
  2. Teknik butsir, adalah membentuk benda dengan mengurangi dan menambah bahan. Contohnya membuat keramik dengan bahan dasar tanah liat, alat yang digunakan adalah sudip 
  3. Teknik cor, adalah membuat patung menggunakan alat cetakan, kemudian dituangkan adonan berupa semen, gipsum, dan sebagainya sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Alat yang digunakan adalah cetakan 
  4. Teknik cetak, adalah membuat cetakan terlebih dahulu. Contohnya membuat patung dengan bahan dasar tanah liat dan semen 
  5. Teknik Assembling (merakit), adalah membuat sebuah komposisi/ sambungan dari material seperti besi, logam, tembaga, atau berbagai material seperti benda/found objek, kertas, kayu, dan tekstil.

Bisa dengan cara las listrik, menyambung dengan lem untuk membuat bentuk tertentu. Contohnya berkarya seni patung kontemporer dengan bahan dasar logam atau besi.

Berikut contoh langkah – langkah membuat patung : 

a. Patung bahan lunak, menggunakan teknik pijat (membentuk), yaitu : 

  1. Buatlah sketsanya 
  2. Tentukan bahan lunaknya, misalnya tanah liat. Untuk banyaknya bahan, sesuaikan dengan desain yang dibuat. Siapkan alat seperti butsir dan meja putar
  3. Tempatkan tanah liat di tengah meja putar, meja putar dipakai untuk memudahkan dalam proses pengerjaan karena bisa diputar dan melihat perbandingan dari segala arah
  4. Bentuk bahannya, dengan cara dipijat-pijat hingga mendekati model yang diinginkan, lakukan pengamatan dan sesuaikan dengan model sketsanya 
  5. Setelah terbentuk secara menyeluruh, sempurnakan bentuk dengan alat bantu seperti butsir atau alat lain yang diperlukan 
  6. Sempurnakan dengan pembentukan lebih detail dan dihaluskan

b. Patung bahan keras, menggunakan teknik pahat/ukir, langkah-langkahnya yaitu : 

  1. Buatlah sketsa/desain dan tentukan ukurannya 
  2. Siapkan balok kayu/batu sesuai ukuran yang diinginkan, sesuaikan dengan sketsa yang dibuat
  3. Pindahkan gambar/pola di atas permukaan ke bahan keras tersebut 
  4. Lakukan pemotongan untuk mengurangi jika masih terlalu besar. Lakukan pembentukan sedikit demi sedikit dengan alat hingga mendekati bentuk menyeluruh
  5. Buatlah bentuk menyeluruh yang lebih detail, lakukan dengan pengamatan sehingga sesuai dengan sketsanya
  6. Lanjutkan dengan membuat yang lebih detail/sempurna dan haluskan dengan amplas 
  7. Finishing dengan cat melamin/akrilik

  1. Daftar Pustaka : 

Milasari, Heru S., Siti M., dan Jelmanto. 2018. Seni Budaya SMP/MTs IX. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

9 September 2025

SARAPAN BERSAMA PEJUANG SUBUH

Masya Allah, Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah, terimakasih ya Allah telah memberikan kepada kami anak-anak yang baik, dikala anak seusianya berada dirumah duduk rapi dan sarapan persiapan sekolah, namun adalah mereka setiap subuh berangkat menembus gelap dan kedinginan alam Papandak, mereka sebutlah dengan pejuang subuh, memakmurkan masjid dengan bacaan mereka yang terbata-bata melantunkan al-Qur'an di rumah-Mu.

Setiap subuh mereka melangkah keluar dari rumahnya, menuju bumi Allah belajar Al-Qur'an. semoga kebersamaan kami dengan mereka sampai kepada kampung akhirat kelask, ada dalam rahmat Allah SWT. Semoga mereka menuntun kami orang tua, guru-guru mereka menuju syurganya.

Sedikit pelayanan kami kepada mereka, di awal bulan adalah sedikit rezeki untuk bersama-sama menikmati hidangan kecil seperti bubur ayam, untuk mengisi perut mereka, sehingga pulang kerumah langsung bisa prsiapan untuk berangkat sekolah. terima aksih anak-anaku semoga kalian dan kita semua istiqomah dalam jalan Allah. Aamiin 

Ibu-ibu, Bapak sahabat yang dermawan, hmmmm ini menjadi ladang amal bagi kita semua, hendak memberikan sedekah untuk sarapan kepada putra putri pejuang Subuh, bisa menghubungi DKM Al-Kautsar Papandak. Semoga berkah, surat, ayat dan huruf yang mereka baca semoga pahalanya sampai kepada bapak ibu dermawans emuanya, in syaa Allah. Aamiin