11 Oktober 2016

BACAAN SHOLAT

Bacaan Shalat 

Shalat merupakan ibadah yang pertama kali yang bakal dihisab diakhirat nanti. Ibadah shalat sudah ada tuntunannya dari Rasulullah SAW, baik dari segi gerakan maupun bacaannya. Bagaimana kita bisa tahu seperti apa gerakan maupun bacaan shalat yang dicontohkan Nabi? Kita bisa tahu dari hadist-hadist beliau yang diriwayatkan oleh sahabat-sahabat maupun istri beliau. Oleh karena shalat ini sudah ada tuntunannya, maka kita sebagai umatnya tentu ibadah shalat yang kita lakukan juga harus sesuai dengan yang dicontohkan beliau baik gerakan maupun bacaanya.


Do’a Iftitah

اَللّهُمَّ باَعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَاياَيَ كَمَا باَعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
اَللّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَاياَ كَماَ يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ
اَللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَاياَيَ باِلْماَءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ.

Allaahumma baa’id bainii wabainaa khotoo yaa ya kamaa baa ‘adta bainal masyriqi wal maghrib.
Allaahumma naqqinii minal khotoo yaa kamaa yunqqots tsaubul abyadhuu minaddanas.
Allaahummaghsil khotoo yaa ya bil maa i wats tsalji walbarod.

Artinya : “Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan di antara kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat.
Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana dibersihkannya kain putih dari kotoran.
Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.”

Bacaan Ruku’/Sujud

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Subhaanaka allaahuma robbanaa wabihamdika allaahumaghfirlii.

Artinya: “Segala puji bagi-Mu, Ya Allah Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu yan Allah ampunilah
aku”.

Do’a I’tidal

رَبَّنَا وَلَكَ اْلحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ

Robbanaa walakalhamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaarokan fiihi.

Artinya : “Ya Tuhan kami, (hanya) untukMu lah (segala) pujian yang banyak, baik, dan diberkahi padanya ”.

Do’a Duduk Diantara Dua Sujud

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى

Allaahummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii.

Artinya : “Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, tunjukilah aku, dan berilah rizki
untukku”.

Do’a Tasyahud

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّ
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَ.
أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh.

Artinya : “Segala kehormatan, kebahagiaan dan kebagusan adalah kepunyaan Allah, Semoga keselamatan bagi Engkau, ya Nabi Muhammad, beserta rahmat dan kebahagiaan Allah. Mudah-mudahan keselamatan juga bagi kita sekalian dan hamba-hamba Allah yang baik-baik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan utusan-Nya”.

Do’a Shalawat Kepada Nabi

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaa aali Muhammad. Kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Wabaarik ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Innaka hamiidummajiid.

Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah kemurahan-Mu kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Kau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Kau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau yang Maha Terpuji dan Maha Mulia”.

Do'a Sesudah Tasyahud Awal

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيراً وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ. فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Allahumma innii dzolamtu nafsii dzulman katsiiro, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta faghfir lii maghfirotan min 'indika warhamnii, innaka antal ghofuurur rohiim.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak. Tiada sesiapa yang dapat mengampunkan dosa-dosa melainkan Engkau, maka ampunilah bagiku dengan keampunan dariapda-Mu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau maha pengampun lagi maha penyayang."

Do’a Sesudah Tasyahud Akhir

اَللّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ, وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ, وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْياَ وَالْمَمَاتِ, وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannam. Wamin ‘adzaabil qobri. Wamin fitnatil mahyaa walmamaati. Wamin syarri fitnatil masiihiddadjaal.

Artinya : “Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari siksa jahannam dan siksa kubur, begitu juga dari fitnah hidup dan mati, serta dari jahatnya fitnah dajjal (pengembara yang dusta)”.

Salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamua’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh.

Artinya : “ Berbahagialah kamu sekalian dengan rahmat dan berkah Allah”.

7 Mei 2016

Ngalalakon Asal Mula Kampung Papandak Wanaraja Garut

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sampurasun.

Punten, sakeudik ngiringan nyutat kana sajarah salah sahiji kampung nu kasohor jaman baheula jadi salah sahiji kampung nu jadi sumber adat budaya di kota Garut, Nyaeta Kampung Papandak nu aya aya di Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut.

Kampung Papandak yang ada di Kecamatan Wanaraja Kab Garut, adalah salah satu kampung/daerah yang saat ini gencar disebut dengan kampung yang hilang. Dikarenakan kampung tersebut konon katanya terdapat beberapa kebudayaan adat ciri khas daerah, kalau sekarang yang masih ada seperti kampung Naga Tasikmalaya. Namun sayang, saat sekarang sedikit sumber yang bisa ditelusuri tentang sejarah papandak tersebut, terutama sumber yang ada di kampung papandak tersebut.
Nini Emih salah satunya, saat ini satu-satunya orang yang paling lama tinggal di Papandak atau orang tertua di kampung Papandak ini, menurutnya usianya kurang lebih 100 tahun. Penelusuran dimulai dirumahnya yang ada di RT 01 RW 07.
Emih sapaan akrabnya, menuturkan awal mula keberadaan Papandak. “ Jakarta Tingal Ngarana, Bandung tingal antukna, Garut tingal urutna, Wanaraja tingal ngarana tapi te aya Rajanamah, Tegal gede tempat pangperangan, Wanaseda tingal sela, Bayubud tingal suhuna, Dangdeur laleeur, Desa tempat pamentasan, Nagrog tempat musuh naragog, Pasir anjing didinya anjing ngagogog ka musuh, Papandak didinya seeur nu kapenak, Cicapar nyaeta cupat tempat peparangan.” Kata emih di awal pembicaraan.
Papandak itu dulu bernama “lemur gede”, dinamakan Papandak karena pada jaman itu di lemur gede tersebut banyak orang yang ditemukan ( bahasa Sunda : Kapendak), dan nama itu diberikan oleh musuh (Penjajah).
Emih menyebutkan bahwa tipe rumah papandak jaman dulu disebutna Julang Ngapak atawa Cagak gunting Julang Ngapak, dan rumah itu dimiliki oleh orang kaya, Emih menyebutkan salah satunya yaitu Mang Madri, Mok Haji Jerot, H. Ehot. M. Mustofa, H. Rohmah, H. Siem. Saat itu Pemerintah melarang mendirikan rumah “ Di Lolopongkeun” katanya.
Kampung Papandak mengalami musibah kebakaran sebanyak 3 kali, Yang pertama dan yang kedua kebakaran oleh musuh, dan kebakaran yang ketiga terjadi karena kejadian yang tidak disengaja, dan kebakaran itulah yang menyebabkan rumah cagak gunting punah dan sejak itu pula warga kampung Papandak mendirikan rumahnya dengan lebih modern dengan beratapkan genting bukan lagi alang-alang atau semisalnya.
Aneh tapi nyata pada waktu kebakaran terjadi hanya satu rumah yang tidak ikut terbakar, dan rumah itu adalah rumah karuhun Papandak, rumah mang Madri ( Karuhun Papandak ).
Kebiasaan Papandak:
Dulu kaum perempuan di papandak tidak boleh memakai kerudung, alasannya karena perempuan yang memakai kerudung  disebut SI ( Serikat Islam ), tetapi Emih adalah salah satu perempuan yang suka menggunakan kerudung, beliau beserta yang lainnya seperti Ma Ijoh, Siti, Sutihat, Siti ( Istri Bapak Suraeji), Kang Mahmud, Suraeji, Hadimi, Baci dan yang lainnya suka mencari ilmu ( Ngaji ) ke Ama ( Ama Bistomi ) yang ada Mualabaru.

Salah satu pepatahnya :
Supa Lumut dina Batu
Saeran Dina kiteja
Ari Umur Teu tangtu
Pangeran tara bebeja

Ari Cacing awi
Dina sumur kasaatan
Beurang deui Peuting deui
Tetela umur ngorotan

Ninyuh ubar ku cipati
Dituruban piring gelas
Ulah nyaah ku rejeki
Ku Alloh dipika welas.






 bangunan papandak dahulu, sekarang dibuat miniaturnya di bangunan Pesantren Al-kautsar. Dan inilah wajah papandak sekarang!






sekian tulisan ini dibuat semoga menjadi bahan tambahan pengetahuan, khususnya tentang papandak. 

7 April 2016

Kenapa harus sayang IBU?

Rabu, 23 Maret 2016 disaat waktunya memeriksakan kehamilan istri ke seorang Dokter yang ramah dan someah juga terkenal di kota Garut, ditemani Ibu mertua dan Adik Ipar, berangkatlah ke dokter tersebut dengan nomor urut kalau tidak salah ke 24.

Waktu berjalan dan Alhamdulillah sudah selesai pemeriksaan kehamilannya, dengan hasil bahwa si dede bayi harus segera dikeluarkan dari perut karena sudah waktunya dan takut melebihi batas, karena dikhawatirkan bisa berakibat kurang baik kepada bayi. Pulang dari dokter dan ketika sampai dirumah maka semua keluarga musyawarah membahas pesan dari dokter tadi, Alhasil dapat keputusan bahwa istriku harus dibawa ke sebuah rumah sakit terdekat untuk dapat melakukan proses kelahiran dede bayi.

Kamis, 24 Januari 2016, pukul 07.30 WIB berangkatlah kami ke Rumah Sakit Guntur, dengan melengkapi persyaratan dan mengikuti alur pendaftaran telah dilakukan, namun karena tidak ada kamar yang kosong, maka kami disarankan untuk pulang dulu dan kembali sore kira-klira pukul 15.00 karena aka nada pasien ibu hamil yang akan pulang. Akhirnya daripada lama duduk dirumah sakit, mendingan pulang ke rumah dan siap-siap lagi untuk proses kelak.

Pukul 14.00 meluncur kembali kerumah sakit, Alhamdulillah prosedur dapat dijalani dan bisa mendapatkan ruangan di kelas III (sementara) sambil melobi ruangan di Plamboyan. Tak lupa kuhubungi  Teh Dewi di Bayubud, karena dia adalah Kakak yang suka membantu saudara-saudara yang sedang dirawat/sakit, apalagi yang mau proses kelahiran.

Pukul 17.00 alhamdulillah calon ibu masuk ruang tindakan dengan dikasih infusan. Ketika yang lainnya pulang, tinggalah the dewi dan saya yang menemani calon ibu di rumah sakit. Sedih memang namun apalagi yang harus dilakukan. Alhamdulillah pada saat itu ada saudara  yang menemani Zamzam namanya. Karena pas waktu itu jagoannya sedang di rawat di rumah sakit itu juga. Mughni Rajabi, bocah kecil yang porenges menemani tidur di rumah sakit.

Pukul 19.00 calon ibu dikasih obat untuk membantu kelahiran, dengan ketentuan “Obat ini bereaksi sampai 8 Jam, kalau masa itu tidak ada reaksi maka otomatis akan dikasih suntikan induksi” waktu terus berjalan, lama kesal menunggu, dan berharap cemas calon ibu bisa merasakan mules untuk melahirkan.

Kucoba untuk tidur diluar ruangan ditemani mugni dan zamzam. Sedangkan teh dewi tidur dibawah kolong ranjang istriku. Kira-kira pukul 01.30 WIB aku tiba-tiba dibangunakn teteh, kuberharap istriku melahirkan, namun setelah masuk ruangan istriku bilang Cuma mulai mules (pembukaan 1-2).
Waktu berjalan kulihat jam menunjukan pukul 02.00 disaat itulah mulai kudekap istriku, karena mulai kesakitan mules, 03.00 lebih sakit dan mulai cepat mules selang 1 menit, istriku mules dan itu sakit. Naik pukul 04.00, aku di dekatnya sambil memegang tangan dan membelai rambut sambil mengusap keringatnya, sedangkan teteh ada di kaki istriku dan menekan kakinya agar tidak terlalu terbuka.

Sampai terdengar adzan Subuh berkumandang, sedih kulihat istriku merengek kesakitan sampai subuh, sambil menangis kubisikan ke telinganya. “Ambu jawab adzan ya, kita ambil barokah adzan subuh.” Sampai adzan selesai “Ambu jawab dan doa setelah adzan!” adzan berlalu dan teteh dewi berkata. Ateu sabar ya ini baru pembukaan 7, sabar… sok sabar…!

Setelah terdengar qomat subuh, aku minta izin sama teteh dan istriku untuk sholat subuh dan berdoa sujud di sajadah, agar istriku cepat melahirkan dengan selamat. Lari ke masjid, untuk melaksanakan sholat subuh. Selesai sholat berdoa munajat kepada Allah Yang Maha Menciptakan…kupasrahkan semua kepada-Nya, Hasbunalloh Wani’mal Wakil Ni’mal maula Wa Ni’mannashir.

Selesai Sholat subuh, kuberlari ke ruangan berniat untuk menemani istri dan menyuruh teteh sholat, NAMUN……….terdengar suara tangisan teteh keluar dari ruangan dan berkata Alhamdulillah selamat jang. Kebahagiaan tak terbendung ibu-ibu sebelah ruangan keluar dan memeluk teteh yang sedang menangis. Sedangkan posisiku masih tersungkur sujud syukur.

Disana kudapat hikmah, kenapa harus menyayangi seorang IBU, kenapa Rasululloh SAW menyebut nama UMMUKA…..UMMUKA…..UMMUKA…. baru ABUKA…..

27 Februari 2016

KENAIKAN TINGKAT HIZBUL WATHAN SMAMUJA 2016

Sabtu, 20 Februari 2016 adalah pelaksanaan kegiatan ekskul Kepanduan Hizbul Wathan Dewan kerabat Qabilah Jend. Sudirman SMA Muhammadiyah Wanaraja. Dibawah pimpinan Nasrudin Al-Anas CS alhamdulillah kegiatan tersebut terlaksana dengan lancar dan sukses.

Dimulai pukul 16.00 kegiatan dimulai dengan pembukaan dan chek in peserta yang berlokasi di kampus Smamuja tercinta. Setelah melaksanakan ibadah shalat maghrib semua peserta siap melaksanakan kegiatan inti yaitu hiking malam hujan yang deras tak menyulutkan kegiatan untuk berlangsung. melewati area Dangdeur Kulon,  Panyingkiran - Nagrog Kidul - sampai ke hutan - lalu menerobos ke sindanglaya. dan berujung di Kampung Pangencongan (tiba kira-kira pukul 00.00 WIB). 

Alhamdulillah semua sehat wal afiat tidak kekurangan sesuatu apapun. dalam kegiatan tersebut diadakan pelantikan yang dipimpin oleh bapak yang paling nyunda di sekolah kami yaitu Bapak Tohirin, S.Ag, beliau adalah tokoh na di Sekolah teh. setelah pelantikan berlangsung dilanjut dengan sholat subuh dan olah raga, sarapan, kemudian diakhiri dengan pemilihan Dewan Kearabat Qabilah Kepanduan Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah Wanaraja Periode 2016-2017.

Kemudian terpilihlah 3 besar yaitu (Makbuli, Asep Abdul Roup dan Ilham Sugara), setelah sidang formatur kemudian terpilihlah ketua Umum nya yaitu Asep Abdul Rouf.

ini adalah dokumentasinya.