11 Oktober 2016
BACAAN SHOLAT
7 Mei 2016
Ngalalakon Asal Mula Kampung Papandak Wanaraja Garut
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sampurasun.
Punten, sakeudik ngiringan nyutat kana sajarah salah sahiji kampung nu kasohor jaman baheula jadi salah sahiji kampung nu jadi sumber adat budaya di kota Garut, Nyaeta Kampung Papandak nu aya aya di Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut.
Kampung Papandak
yang ada di Kecamatan Wanaraja Kab Garut, adalah salah satu kampung/daerah yang
saat ini gencar disebut dengan kampung yang hilang. Dikarenakan kampung
tersebut konon katanya terdapat beberapa kebudayaan adat ciri khas daerah,
kalau sekarang yang masih ada seperti kampung Naga Tasikmalaya. Namun sayang,
saat sekarang sedikit sumber yang bisa ditelusuri tentang sejarah papandak
tersebut, terutama sumber yang ada di kampung papandak tersebut.
Nini Emih salah
satunya, saat ini satu-satunya orang yang paling lama tinggal di Papandak atau
orang tertua di kampung Papandak ini, menurutnya usianya kurang lebih 100
tahun. Penelusuran dimulai dirumahnya yang ada di RT 01 RW 07.
Emih sapaan
akrabnya, menuturkan awal mula keberadaan Papandak. “ Jakarta Tingal Ngarana,
Bandung tingal antukna, Garut tingal urutna, Wanaraja tingal ngarana tapi te
aya Rajanamah, Tegal gede tempat pangperangan, Wanaseda tingal sela, Bayubud
tingal suhuna, Dangdeur laleeur, Desa tempat pamentasan, Nagrog tempat musuh
naragog, Pasir anjing didinya anjing ngagogog ka musuh, Papandak didinya seeur
nu kapenak, Cicapar nyaeta cupat tempat peparangan.” Kata emih di awal
pembicaraan.
Papandak itu dulu
bernama “lemur gede”, dinamakan Papandak karena pada jaman itu di lemur gede
tersebut banyak orang yang ditemukan ( bahasa Sunda : Kapendak), dan nama itu
diberikan oleh musuh (Penjajah).
Emih menyebutkan
bahwa tipe rumah papandak jaman dulu disebutna Julang Ngapak atawa Cagak
gunting Julang Ngapak, dan rumah itu dimiliki oleh orang kaya, Emih menyebutkan
salah satunya yaitu Mang Madri, Mok Haji Jerot, H. Ehot. M. Mustofa, H. Rohmah,
H. Siem. Saat itu Pemerintah melarang mendirikan rumah “ Di Lolopongkeun”
katanya.
Kampung Papandak
mengalami musibah kebakaran sebanyak 3 kali, Yang pertama dan yang kedua
kebakaran oleh musuh, dan kebakaran yang ketiga terjadi karena kejadian yang
tidak disengaja, dan kebakaran itulah yang menyebabkan rumah cagak gunting
punah dan sejak itu pula warga kampung Papandak mendirikan rumahnya dengan
lebih modern dengan beratapkan genting bukan lagi alang-alang atau semisalnya.
Aneh tapi nyata
pada waktu kebakaran terjadi hanya satu rumah yang tidak ikut terbakar, dan
rumah itu adalah rumah karuhun Papandak, rumah mang Madri ( Karuhun Papandak ).
Kebiasaan Papandak:
Dulu kaum perempuan
di papandak tidak boleh memakai kerudung, alasannya karena perempuan yang
memakai kerudung disebut SI ( Serikat
Islam ), tetapi Emih adalah salah satu perempuan yang suka menggunakan
kerudung, beliau beserta yang lainnya seperti Ma Ijoh, Siti, Sutihat, Siti (
Istri Bapak Suraeji), Kang Mahmud, Suraeji, Hadimi, Baci dan yang lainnya suka
mencari ilmu ( Ngaji ) ke Ama ( Ama Bistomi ) yang ada Mualabaru.
Salah satu
pepatahnya :
Supa Lumut dina Batu
Saeran Dina kiteja
Ari Umur Teu tangtu
Pangeran tara bebeja
Ari Cacing awi
Dina sumur kasaatan
Beurang deui Peuting deui
Tetela umur ngorotan
Ninyuh ubar ku cipati
Dituruban piring gelas
Ulah nyaah ku rejeki
Ku Alloh dipika welas.
bangunan papandak dahulu, sekarang dibuat miniaturnya di bangunan Pesantren Al-kautsar. Dan inilah wajah papandak sekarang!
sekian tulisan ini dibuat semoga menjadi bahan tambahan pengetahuan, khususnya tentang papandak.
7 April 2016
Kenapa harus sayang IBU?
Rabu, 23 Maret 2016 disaat
waktunya memeriksakan kehamilan istri ke seorang Dokter yang ramah dan someah
juga terkenal di kota Garut, ditemani Ibu mertua dan Adik Ipar, berangkatlah ke
dokter tersebut dengan nomor urut kalau tidak salah ke 24.
Waktu berjalan dan Alhamdulillah
sudah selesai pemeriksaan kehamilannya, dengan hasil bahwa si dede bayi harus
segera dikeluarkan dari perut karena sudah waktunya dan takut melebihi batas,
karena dikhawatirkan bisa berakibat kurang baik kepada bayi. Pulang dari dokter
dan ketika sampai dirumah maka semua keluarga musyawarah membahas pesan dari
dokter tadi, Alhasil dapat keputusan bahwa istriku harus dibawa ke sebuah rumah
sakit terdekat untuk dapat melakukan proses kelahiran dede bayi.
Kamis, 24 Januari 2016, pukul
07.30 WIB berangkatlah kami ke Rumah Sakit Guntur, dengan melengkapi
persyaratan dan mengikuti alur pendaftaran telah dilakukan, namun karena tidak
ada kamar yang kosong, maka kami disarankan untuk pulang dulu dan kembali sore
kira-klira pukul 15.00 karena aka nada pasien ibu hamil yang akan pulang.
Akhirnya daripada lama duduk dirumah sakit, mendingan pulang ke rumah dan
siap-siap lagi untuk proses kelak.
Pukul 14.00 meluncur kembali
kerumah sakit, Alhamdulillah prosedur dapat dijalani dan bisa mendapatkan
ruangan di kelas III (sementara) sambil melobi ruangan di Plamboyan. Tak lupa
kuhubungi Teh Dewi di Bayubud, karena
dia adalah Kakak yang suka membantu saudara-saudara yang sedang dirawat/sakit,
apalagi yang mau proses kelahiran.
Pukul 17.00 alhamdulillah calon
ibu masuk ruang tindakan dengan dikasih infusan. Ketika yang lainnya pulang,
tinggalah the dewi dan saya yang menemani calon ibu di rumah sakit. Sedih
memang namun apalagi yang harus dilakukan. Alhamdulillah pada saat itu ada
saudara yang menemani Zamzam namanya.
Karena pas waktu itu jagoannya sedang di rawat di rumah sakit itu juga. Mughni
Rajabi, bocah kecil yang porenges menemani tidur di rumah sakit.
Pukul 19.00 calon ibu dikasih
obat untuk membantu kelahiran, dengan ketentuan “Obat ini bereaksi sampai 8
Jam, kalau masa itu tidak ada reaksi maka otomatis akan dikasih suntikan
induksi” waktu terus berjalan, lama kesal menunggu, dan berharap cemas calon
ibu bisa merasakan mules untuk melahirkan.
Kucoba untuk tidur diluar ruangan
ditemani mugni dan zamzam. Sedangkan teh dewi tidur dibawah kolong ranjang
istriku. Kira-kira pukul 01.30 WIB aku tiba-tiba dibangunakn teteh, kuberharap
istriku melahirkan, namun setelah masuk ruangan istriku bilang Cuma mulai mules
(pembukaan 1-2).
Waktu berjalan kulihat jam
menunjukan pukul 02.00 disaat itulah mulai kudekap istriku, karena mulai
kesakitan mules, 03.00 lebih sakit dan mulai cepat mules selang 1 menit,
istriku mules dan itu sakit. Naik pukul 04.00, aku di dekatnya sambil memegang
tangan dan membelai rambut sambil mengusap keringatnya, sedangkan teteh ada di
kaki istriku dan menekan kakinya agar tidak terlalu terbuka.
Sampai terdengar adzan Subuh
berkumandang, sedih kulihat istriku merengek kesakitan sampai subuh, sambil
menangis kubisikan ke telinganya. “Ambu jawab adzan ya, kita ambil barokah
adzan subuh.” Sampai adzan selesai “Ambu jawab dan doa setelah adzan!” adzan
berlalu dan teteh dewi berkata. Ateu sabar ya ini baru pembukaan 7, sabar… sok
sabar…!
Setelah terdengar qomat subuh,
aku minta izin sama teteh dan istriku untuk sholat subuh dan berdoa sujud di
sajadah, agar istriku cepat melahirkan dengan selamat. Lari ke masjid, untuk
melaksanakan sholat subuh. Selesai sholat berdoa munajat kepada Allah Yang Maha
Menciptakan…kupasrahkan semua kepada-Nya, Hasbunalloh Wani’mal Wakil Ni’mal
maula Wa Ni’mannashir.
Selesai Sholat subuh, kuberlari
ke ruangan berniat untuk menemani istri dan menyuruh teteh sholat,
NAMUN……….terdengar suara tangisan teteh keluar dari ruangan dan berkata
Alhamdulillah selamat jang. Kebahagiaan tak terbendung ibu-ibu sebelah ruangan
keluar dan memeluk teteh yang sedang menangis. Sedangkan posisiku masih
tersungkur sujud syukur.
Disana kudapat hikmah, kenapa
harus menyayangi seorang IBU, kenapa Rasululloh SAW menyebut nama UMMUKA…..UMMUKA…..UMMUKA….
baru ABUKA…..
9 Maret 2016
Sholat gerhana alkautsar
27 Februari 2016
KENAIKAN TINGKAT HIZBUL WATHAN SMAMUJA 2016
Sabtu, 20 Februari 2016 adalah pelaksanaan kegiatan ekskul Kepanduan Hizbul Wathan Dewan kerabat Qabilah Jend. Sudirman SMA Muhammadiyah Wanaraja. Dibawah pimpinan Nasrudin Al-Anas CS alhamdulillah kegiatan tersebut terlaksana dengan lancar dan sukses.
Dimulai pukul 16.00 kegiatan dimulai dengan pembukaan dan chek in peserta yang berlokasi di kampus Smamuja tercinta. Setelah melaksanakan ibadah shalat maghrib semua peserta siap melaksanakan kegiatan inti yaitu hiking malam hujan yang deras tak menyulutkan kegiatan untuk berlangsung. melewati area Dangdeur Kulon, Panyingkiran - Nagrog Kidul - sampai ke hutan - lalu menerobos ke sindanglaya. dan berujung di Kampung Pangencongan (tiba kira-kira pukul 00.00 WIB).
Alhamdulillah semua sehat wal afiat tidak kekurangan sesuatu apapun. dalam kegiatan tersebut diadakan pelantikan yang dipimpin oleh bapak yang paling nyunda di sekolah kami yaitu Bapak Tohirin, S.Ag, beliau adalah tokoh na di Sekolah teh. setelah pelantikan berlangsung dilanjut dengan sholat subuh dan olah raga, sarapan, kemudian diakhiri dengan pemilihan Dewan Kearabat Qabilah Kepanduan Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah Wanaraja Periode 2016-2017.
Kemudian terpilihlah 3 besar yaitu (Makbuli, Asep Abdul Roup dan Ilham Sugara), setelah sidang formatur kemudian terpilihlah ketua Umum nya yaitu Asep Abdul Rouf.
ini adalah dokumentasinya.
Langganan:
Postingan (Atom)












