18 Januari 2021

Materi Hukum Nun Mati dan Tanwin

 

A. Pengertian Nun Mati dan Tanwin
Nun mati disebut juga nun sakinah. Sedang yang dimaksud dengan nun mati adalah nun yang tidak berbaris, ia menggunakan harakat sukun sehingga nun itu tidak dapat dibunyikan kecuali diawali huruf lain. Contoh : 
عِنْدَ يَنْمُوْا

Sedangkan yang dimaksud dengan tanwin adalah nun mati yang bertempat di akhir isim (kata benda) yang terlihat apabila dibaca washal (sambung dengan kata lain) dan hilang ketika ditulis (diwakafkan).

Jadi pada dasarnya tanwin itu bermula dari nun mati yang kelihatan dalam bahasa lisan dan hilang dalam bahasa tulisan. Contoh :

سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ Dibaca سَمِيْعُنْ عَلِيْمُنْ
سَلَامًا تَامّاً Dibaca سَلَامَنْ تَامَّنْ

Dari pengertian di atas, tampak bahwa antara nun mati dan tanwin mempunyai persamaa dan perbedaan. Persamaannya yaitu terletak pada huruf nun-nya yang mati. Sedangkan perbedaaanya yaitu: nun mati tampak jika diucapkan maupun ditulis, dan tanwin hanya tampak nun-nya ketika diucapkan bukan ditulis.

Baca juga: Pengenalan dasar-dasar huruf hijaiyah

B. Hukum Nun Mati dan Tanwin
Nun mati atau tanwin yang bertemu salah satu huruf hijaiyah, mempunyai dampak hukum tersendiri dalam bacaaanya. Ada yang dibaca terang (izhar), memasukkan (idgham), menukar atau berubah (iqlab ) dan menyembunyikan (ikhfa’). Dari dampak tersebut, maka bila ada nun mati atau tanwin bertemu huruf hijaiyah mempunyai 4 hukum, yaitu:

1.    Izhar (اِظْهَارْ )

2.    Idgham ( اِدْغَامْ )

3.    Iqlab ( اِقْلَابْ )

4.    Ikhfa’ ( اِخْفَاءْ )

Kelima cara bacaan itu akan diterangkan satu persatu secara rinci sebagai berikut:

1. Bacaan Izhar
a. Pengertian Izhar
Muhammad Mahmud menyatakan bahwa dalam arti bahasa, izhar berarti : 
اَلْبَيَانْ yakni terang, jelas, tampak. Sedangkan menurut istilah adalah:

الإِظْهَارُ هُوَ إِخْرَاجُ كُلِّ حَرْفٍ مِنْ مَخْرَجِهِ مِنْ غَيْرِ غُنَّةٍ
“Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya tanpa disertai berdengung”

Pengertian itu menjelaskan agar cara membaca nun mati atau tanwin jelas dan terang, tanpa disertai dengung jika bertemu dengan huruf izhar.

b. Huruf-huruf izhar
Huruf izhar ada 6 macam, keenam huruf itu disebut huruf halqi ( 
الحَلْقِي ), karena makhraj huruf izhar pada halqi (tenggorokan). Adapun huruf-huruf halqi adalah : ء هـ ح خ ع غ . Dengan keenam huruf itu pula, maka bacaan ini bisa disebut dengan izhar halqi. ( اِظْهَارْ حَلْقِي )
Contoh :

No

Tertulis

Dibaca

Sebab

1

يَنْئَوْنَ

يَنْئَوْنَ

ن bertemu ء

2

كُلٌّ اٰمَنَ

كُلّنْ اٰمَنَ

ـــٌـ bertemu ء

3

يَنْهَوْنَ

يَنْهَوْنَ

ن bertemu ه

4

قَوْمٍ هَادٍ

قَوْمِنْ هَادِنْ

ـــٍــ bertemu ه

5

مِنْ عِلْمٍ

مِنْ عِلْمٍ

ن bertemu ع

6

جَنَّةٍ عَالِيَةٍ

جَنَّتِنْ عَالِيَتِنْ

ــــٍــ bertemu ع

7

مِنْ غِلٍّ

مِنْ غِلٍّ

ن bertemu غ

8

عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ

عَزِيْزُنْ غَفُوْرُنْ

ـــٌـ bertemu غ

9

وَانْحَرْ

وَانْحَر

ن bertemu ح

10

حَمِيْمٌ حَمِيْمًا

حَمِيْمُنْ حَمِيْمَنْ

ـــٌـ bertemu ح

11

مِنْ خَيْرٍ

مِنْ خَيْرِنْ

ن bertemu خ

12

نِدَآءً خَفِيًّا

نِدَآءَنْ خَفِيَّنْ

ـــًــ bertemu خ

2. Bacaan Idgham
a. Pengertian Idgham
Menurut Muhammad Mahmud, idgham dalam arti bahasa berarti: 
إِدْخَالُ الشَّيْئِ فِى الشَّيْئِ  (Memasukkan sesuatu pada sesuatu). Arti ini jika dikembangkan berarti memasukkan huruf nun mati pada idgham.

Sedangkan dalam arti istilah idgham berarti:

الاِدْغَامُ هُوَ اِلْتِقَاءُ حَرْفٍ سَاكِنٍ بِمُتَحَرِّكٍ بِحَيْثُ يَصِيْرَانِ حَرْفًا مُشَدَّدًا
“Pertemuan huruf yang mati dengan huruf yang hidup sehingga kedua huruf itu menjadi satu huruf yang ditasydid”.

Dari pengertian diatas, tampak bahwa cara membaca bacaan idgham adalah memasukkan nun mati atau tanwin pada huruf-huruf idgham, dan seakan-akan kedua huruf itu menjadi satu. Seperti huruf-huruf yang ditasydid walaupun asal kedua huruf ini tidak bertasydid.

b. Huruf-huruf Idgham
Huruf idgham ada 6 macam, yang terkumpul pada rumus : 
يَرْمِلُوْنَ

sehingga jika ada nun mati dan tanwin bertemu salah satu keenam huruf tersebut, maka nun mati dan tanwin tersebut harus dimasukkan padanya. Keenam huruf itu ada yang dibaca mendengung ada yang tidak, karena itu idgham terbagi menjadi dua macam.

c. Pembagian Idgham

1.    Idgham Bighunnah (ادغام بغنة )

2.    Idgham Bilaghunnah ( ادغام بلاغنة )

§  Idgham bighunnah sebagaimana dalam pengertian di atas, adalah membunyikan nun mati atau tanwin dengan memasukkan pada huruf idgham bighunnah, yaitu : يَنْمُوْ (ya’, nun, mim, wawu) disertai mendengung. Cara membunyikannya harus memasukkan nun mati atau tanwin pada keempat huruf tersebut:
Contoh:

No

Tertulis

Dibaca

Sebab

1

مَنْ يَقُوْلُ

مَيْ يَقُوْلُ

ن bertemu ى

2

بَرْقٌ يَجْعَلُوْنَ

بَرْقُىْ يَجْعَلُوْنَ

ــٌـ bertemu ى

3

عَنْ نَفْسٍ

عَنْ نَفْسنْ

ن bertemu ن

4

حِطَّةٌ نَغْفِرْلَكُمْ

حِطَّتُنْ نَغْفِرْلَكُمْ

ــٌـ bertemu ن

5

مِنْ مَالــٍ

مِمْ مَالــنْ

ن bertemu م

6

مَاءٍ مُصَفًّى

مَائِمْ مُصَفّنْ

ـــٍــ bertemu م

7

مِنْ وَالٍــ

مِوْ وَالٍــ

ن bertemu و

8

يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةْ

يَوْمَئِذوْ وَاهِيَةْ

ـــٍــ bertemu و

Dan hukum bacaan idgham bighunnah mempunyai syarat yaitu: harus terjadi dalam dua kalimat. Maksudnya antara nun mati dan tanwin harus terpisah dengan huruf idgham bighunnah.

Jika syarat tersebut tidak dipenuhi, yaitu nun mati atau tanwin bertemu salah satu huruf idgham bighunnah dalam satu kalimat, maka cara membacanya terang (izhar). Ulama tajwid menyebutkan dengan istilah izhar kilmi ( اظهار كلمى ), karena kejadian izhar berdasarkan satu kalimat. Atau disebut izhar wajib ( اظهار واجب ) karena sangat wajib meng-izharkan (menerangkan) bacaannya.
Contoh:

No

Tertulis

Dibaca

Sebab

1

صِنْوَانٌ

صِنْوَانٌ

ن bertemu و

2

قِنْوَانٌ

قِنْوَانٌ

ن bertemu و

3

بُنْيَانٌ

بُنْيَانٌ

ن bertemu ى

4

دُنْيَا

دُنْيَا

ن bertemu ى

§  Idgham Bilaghunnah cara membaca nun mati atau tanwin dengan memasukkanya pada huruf lam dan ra’ tanpa mendengung.
Karena itu, huruf idgham bilaghunnah terdapat dua macam, yaitu 
لر ( lam dan ra’ ). Jika ada nun mati atau tanwin bertemu salah satu dari kedua huruf itu, maka wajib dimasukkan padanya tanpa mendengung.
Contoh :

No

Tertulis

Dibaca

Sebab

1

مِنْ لَدُنْهُ

مِلْ لَدُنْهُ

ن bertemu ل

2

رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ

رَحْمَتَلْ لِّلْعَالَمِيْنَ

ـــًــ bertemu ل

3

مِنْ رَبِّهِمْ

مِرْ رَبِّهِمْ

ن bertemu ر

4

رَؤُفٌ رَحِيْمٌ

رَؤُفُرْ رَحِيْمٌ

ــٌـ bertemu د

3. Bacaan Iqlab
a. Pengertian Iqlab
Menurut Muhammad Mahmud, iqlab dalam arti bahasa adalah : 
تَحْوِيْلُ الشَّيْئِ عَنْ وَجْهِهِ : “mengubah bentuk sesuatu dari asalnya“. Dalam arti mengubah huruf nun mati atau tanwin pada huruf iqlab.

Sedangkan menurut arti istilah adalah:

اَلْاِقْلَابُ هُوَجَعْلُ حَرْفٍ مَكَانَ حَرْفٍ اَخَرَمَعَ مُرَاعَاةِ اْلغُنَّةِ
“M
enjadikan huruf satu pada ketentuan huruf lain disertai mendengung”

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa nun mati atau tanwin ketika bertemu dengan huruf iqlab, maka nun mati atau tanwin tersebut harus dibaca sebagaimana bacaan iqlab disertai mendengung.

b. Huruf iqlab
Huruf iqlab hanya satu, yaitu ba’ ( 
ب ). Maka ketika ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba’, maka nun mati atau tanwin itu harus dibaca mim ( م ) karena bacaan iqlab.
Contoh :

No

Tertulis

Dibaca

Sebab

1

اَنْبِئْهُمْ

اَمْبِئْهُمْ

ن bertemu ب

2

عَلِيْمٌ بِذَاتٍ

عَلِيْمُمْ بِذَاتٍ

ــٌـ bertemu ب

4. Bacaan Ikhfa
a. Pengertian Ikhfa’
Menurut Muhammad Mahmud, ikhfa dalam arti bahasa adalah: 
السَّتْرُ “menutupi atau menyembunyikan“.

Sedangkan dalam arti istilah adalah:

اَلْاِخْفَاءُهُوَعِبَارَةٌ عَنِ النُّطْقِ بِحَرْفٍ سَاكِنٍ عَارٍاَىْ خَالٍــ عَنْ التَّشْدِيْدِ عَلَى صِفَةٍ بَيْنَ الاِظْهَارِ وَالْاِدْغَامِ مَعَ بَقَاءِ الغُنَّةِ فِى اْلحَرْفِ
“Ikhfa’ adalah mengungkapkan huruf yang mati dan tersembunyi atau sunyi dari tasydid pada bacaan antara terang dan memasukkan dengan mendengungkan pada huruf pertama”.

Pengertian tersebut tampak jelas bahwa bacaan yang samar-samar antara izhar (terang) dengan idgham (memasukkan pada yang lain) disertai mendengung, atau ketika mengucapkan nun mati atau tanwin seakan-akan bertemu huruf “ng” seperti dalam bahasa Indonesia.

b. Huruf-huruf Ikhfa’
Huruf ikhfa’ sebanyak 15 macam, yang terkumpul pada awal kata berikut ini:

صِفْ ذَاثَنَاكَمْ جَادَ شَخْصٌ قَدْسَمَا # دُمْ طَيِّبًا زِدْ فِى تُقًى ضَعْ ظَالِمًا

Dari kelima belas huruf ikhfa’ itu terdapat 3 klasifikasi, yaitu:

1.     Ikhfa’ A’la ( اِخْفَاءُ اَعْلٰى ), yaitu bacaan ikhfa’ yang lebih lama dari ghunnahnya, adapun hurufnya ada tiga, yaitu: ت, د,ط    contoh: مِنْ دُوْنِ , مِنْ طَيِّبَاتِ

2.     Ikhfa’ Adna ( اِخْفَاء اَدْنٰى ), yaitu bacaan ikhfa’ yang lebih pendek dari ghunnah, adapun hurufnya ada dua : ق , ك contoh:مَنْ كَانَ , مِنْ قَبْلِ

3.     Ikhfa’ Ausath ( اِخْفَاءْ اَوْسَطْ ), yaitu antara bacaan ikhfa’ dengan ghunnah sama-sama sedang, adapun hurufnya yaitu selain dari bagian ikhfa A’la dan ikhfa’ Adna. Contohnya: اَنْفُسَكُمْ , اَنْزَلْنَاهُ

Contoh:

No

Tertulis

Dibaca

Sebab

1

اُنْصُرْنَ

اُنْصُرْنَ

ن bertemu ص

2

رِجَالٌ صَدَقُوْا

رِجَالُنْ صَدَقُوْا

ــٌـ bertemu ص

3

مُنْذِرٌ

مُنْذِرُنْ

ن bertemu ذ

4

صَوَابًا ذَالِكَ

صَوَابَنْ ذَالِكَ

ـــًــ bertemu ذ

5

مَنْثُوْرًا

مَنْثُوْرَنْ

ن bertemu ث

6

شِهَابٌ ثَاقِبٌ

شِهَابُنْ ثَاقِبُنْ

ــٌـ bertemu ث

7

اِنْ كُنْتُمْ

اِنْ كُنْتُمْ

ن bertemu ك

8

مُسْرِفٌ كَذَّابٌ

مُسْرِفُنْ كَذَّابُنْ

ــٌـ bertemu ك

9

مَنْ جَٓاءَ

مَنْ جَٓاءَ

ن bertemu ج

10

عَيْنٌ جَارِيَةٌ

عَيْنُنْ جَارِيَتُنْ

ــٌـ bertemu ج

11

يُنْشِئُ

يُنْشِئُ

ن bertemu ش

12

لِنَفْسٍ شَيْئًا

لِنَفْسنْ شَيْئَنْ

ـــٍــ bertemu ش

13

مِنْ قَبْلُ

مِنْ قَبْلُ

ن bertemu ق

14

سَلَامٌ قَوْلًا

سَلَامُنْ قَوْلنْ

ــٌـ bertemu ق

15

مِنْ سُهُوْلِهَا

مِنْ سُهُوْلِهَا

ن bertemu س

16

بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ

بِقَلْبِنْ سَلِيْمِنْ

ـــٍــ bertemu س

17

اَنْدَادًا

اَنْدَادًنْ

ن bertemu د

18

قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ

قِنْوَانُنْ دَانِيَتُنْ

ــٌـ bertemu د

19

اِنْطَلِقُوْا

اِنْطَلِقُوْا

ن bertemu ط

20

بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ

بَلْدَتُنْ طَيِّبَتُنْ

ــٌـ bertemu ط

21

اَنْزَلْنَا

اَنْزَلْنَا

ن bertemu ز

22

نَفْسًا زَكِيَةً

نَفْسًنْ زَكِيَتَنْ

ـــًــ bertemu ز

23

لِيُنْفِقْ

لِيُنْفِقْ

ن bertemu ف

24

خَالِدًا فِيْهَا

خَالِدَنْ فِيْهَا

ـــًــ bertemu ف

25

مِنْ تَحْتِهَا

مِنْ تَحْتِهَا

ن bertemu ت

26

جَنَّاتٍ تَجْرِىْ

جَنَّاتِنْ تَجْرِىْ

ـــٍــ bertemu ت

27

مَنْضُوْدٍ

مَنْضُوْدِنْ

ن bertemu ض

28

كُلًّا ضَرَبْنَا

كُلًّا ضَرَبْنَا

ـــًــ bertemu ض

29

يَنْظُرُوْنَ

يَنْظُرُوْنَ

ن bertemu ظ

30

قُرًى ظَاهِرَةً

قُرَنْ ظَاهِرَةً

ـــًــ bertemu ظ

Sampai disini penjelasan tentang hukum-hukum bacaan Nun mati dan tanwin.
Semoga kita dapat mempelajari dan memahami tentang arti izhar, idgham, ikhfa’, iqlab, beserta dengan huruf-hurufnya. Lalu kemudian dapat mempraktekkan dalam keseharian kita untuk membaca 
ayat suci al Qur’an, amin.

12 Januari 2021

TIGA KELOMPOK ORANG DALAM MEMPELAJARI DAN MENGHAPALKAN AL-QUR'AN

 Ust. Adi Hidayat


pertama, menzalimi diri sendiri, Zalim ialaha menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Pada kelompok ini, ada pra penghapal al-Qur'an yang tidak menempatkan ayat Al-Qur'an pada tempatnya.

"Misalnya, seseorang hapal surat Al-Ikhlas dan emmehami bahwa cuma Allah itu Esa, Tapi ia mengatakan bahwa semua agama itu sama, menuju tuhan yang sama hanya caranya berbeda. Ini artinya ia telah dzolim pada dirinya sendiri.

Contoh Lain, ada orang yang hapal al-Qur'an tentang harus berbuat baik kepada orang tua, tetapi ketika ia berada di rumahnya, malah orang tua menjadi babu/pembantu bagi dirinya. 

Kedua adalah orang yang menghapal al-Qur'an dan ia merasa belum cukup untuk berbagi, meski hapal 30 Juz, misalnya, ia masih senang memperbaiki bacaan dan hapalannya, bahjan senang untuk mengajarkan kembali ilmu tentang hapalannya.

Ketiga tipe orang Hemat, yaitu hemat untuk dirinya saja, belum bisa berbagi, kadang salah, ia perbaiki lagi. namun tidak mau untuk membagikannya.


10 Januari 2021

Muhasabah Aa Gym

Berikut adalah teks dari muhasabah Aa Gym dalam pengajiannya yang begitu menyentuh bagi para mustaminya, semoga bermanfaat dan menjadi  pepeling diri untuk muhasabah dalam setiap sujud kita.

Akan datang suatu saat Ibu bapak berpisah dengan kita, Andai malaikat maut menjemput Andai saat perpisahan tiba, andai orang tua kita berbaring menjadi mayat

Kita tidak akan lagi mendengar Gurauannya senyumannya, nasehatnya, andai orang tua kita sudah dibungkus kain kafan, Kita tidak lagi bisa membawa oleh-oleh untuknya, Membawa makanan kesukaannya, Tidak lagi bisa memijat kakinya, tidak bisa lagi mencium tangannya,

Andai orang tua kita sudah diusung menuju pekuburan, Ketika dimasukan ke liang lahat, Tanah menimbunya, Itulah saat terakhir kita melihat jasadnya, Hanya tingal batu nisan yang bisa kita lihat bisa kita pegang.

Penyesalan dan kesedihan mengapa selagi ada mereka kita sia-siakan, Ketika sampai dirumah, Kamarnya kosong, Hanya tingal foto dan baju tergantung, Mengapa kita tidak memiliki waktu untuk membahagiakan mereka, Sedangkan untuk dosa dan kesia-siaan selalu banyak waktu.

Mengapa selalu kikir serba dihitung, Padahal orang tua tidak pernah berhitung memberikan kebaikan kepada kita,

Hati-hatilah penyesalan tidak akan datang di awal, Ya Allah ampuni semua kejaliman kami kepada orang tua kami, Ampuni semua kedurhakaan kami, Ampuni kami sering mengecewakan dan melukai hati orang tua, Jadikan sisa umur ini jadi anak yang berbakti

Ya Allah…

Ampuni bapak ibu kami, bagaimanapun keadaannya, Kami adalah anaknya, Darah dagingnya ada di tubuh ini, Sayangi orang tua kami

ya Allah Berkahi sisa usianya, Berikan kesolehan, kebahagiaan, kemuliaan, Andai suatu saat engkau memanggilnya, Wafatkan orang tua kami khusnul khatimah. Lindungi dari su’ul khatimah, Lapangkan kuburnya ya Allah Lindungi dari siksa kubur, Ringankan hisabnya Golongkan orang tua kami bahagia disyurga.


Ya Allah

Jangan biarkan orang tua kami Jadi ahli neraka ya Allah, Hanya engkaulah yang menggenggam sisa umur kami, Lindungi kami dari perbuatan zalim terhadap siapapun Indahkan hidup kami dengan akhlakul karimah

Ya Allah

Indahkan hidup kami dengan hidup penuh manfaat, Bagi agama dan umat Indahkan hidup kami ya Allah dengan istiqomah, Dan berkahi hidup kami dengan khusnul khotimah

Aamiin

tips dan trik menghapalkan al-Qur'an

Ust. Adi Hidayat.

Dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu (RA), Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR Al-Bukhari)

Dai kondang yang juga Direktur Quantum Akhyar Institute, Ustaz Adi Hidayat , membeberkan rahasia dan cara cepat menghafal Al-Qur'an. Ada enam syarat yang harus dipenuhi jika ingin menjadi penghafal Qur'an.

Ustaz Adi memberi tips mudah menghafal Al-Qur'an
saat mengisi kajian "Sehari Bersama Al-Qur'an" di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, belum lama ini.

6 Syarat Menjadi Penghafal Qur'an dengan Mudah:
1. Niat Ikhlas karena Allah Ta'ala.
Niat pertama yang harus dihadirkan adalah ikhlas karena Allah Ta'ala. Apabila niatnya karena Allah (lillahi Ta'ala) maka akan dimudahkan dalam menghafal dan mempelajari Qur'an.

2. Menghadirkan Motivasi.
Apa motivasi kita menghafal Al-Qur'an? Coba niatkan menghafal Al-Qur'an minimal untuk membahagiakan orang tua kita. Nabi Muhammad SAW pernah berkata bahwa ridha Allah itu ridha orangtua. Pada hari kiamat nanti seorang ahli Qur'an akan disampaikan kepada orang tuanya. Ketika akan masuk surga, perintah pertamanya gandeng ayah ibunya. Kalau selama hidup tak bisa membahagiakan orangtua, minimal bacakan Al-Qur'an untuknya. Jadi motivasinya "Saya ingin jadi ahli Al-Qur'an. Saya ingin bahagiakan kedua orang tua. Saya ingin sekeluarga jadi ahli Al-Qur'an."

3. Meningkatkan Takwa.
Tingkatkan ketakwaan sebelum menghafal. Kalau sudah bertakwa nanti akan diberi kemampuan menghafal dengan cepat. Imam Bukhari awalnya matanya buta, tapi ibundanya selalu berdoa agar anaknya dijadikan ahli Qur'an. Kesalehan ibunya mengikuti ibunda Imam As-Syafi'i, Imam Ahmad bin Hanbal, dan yang lainnya. Jadi kalau ingin jadi penghafal Qur'an jangan tinggalkan tahajjud, dhuha, rawatib, syuruq, sedekah setiap hari meski Rp1000 atau dengan makanan atau pakaian. 
4. Memperbanyak Doa.
Perbanyak baca doa ini agar dimudahkan menjadi penghafal Qur'an:
اَللهم اجْعَلْنَا َاَهْلِ اْلقُرْآنِ
اَللّهُمَّ يَسِّرْ وَ لَا تُعَسِّر
Allahummaj'alna Ahlil-Qur'an, Allahumma Yassir wa laa Tu'assir. (Ya Allah, jadikan saya ahli Al-Qur'an. Mohon permudahlah jangan dipersulit).

Atau berdoa: "Ya Allah, jadikan saya ahli Al-Qur'an. Saya ingin membahagiakan orangtua saya Ya Allah. Mudahkan untuk saya mohon jangan dipersulit. Hilangkan semua kesulitan."

Ada penghafal Qur'an hafal halaman kedua, tapi halaman pertamanya lupa. Penyebabnya karena selesai menghafal tidak membaca doa. Perbanyaklah berdoa: "Ya Allah, mohon kuatkan Al-Qur'an dalam diri hamba dan mohon Ya Allah jaga dari melupakannya."

5. Mencari Guru.
Menghafal Al-Qur'an tidak bisa sendirian, harus ada guru. Kalau tidak memiliki guru secara langsung, maaf sekali anda boleh gunakan perangkat Youtube dan yang lainnya.

6. Meluangkan Waktu.
Harus meluangkan waktu. Cara terbaiknya bikin target. Kalau targetnya 2 tahun, sehari harus hafal 1 halaman dan paling banyak meluangkan waktu 30 menit. Kalau ada yang setahun paling banyak 2 lembar sehari. Meluangkan waktunya lebih banyak, sehari 2-3 jam. Tapi kalau ingin 30 hari, maka harus fokus menghafal selama 30 hari. Sehari 1 juz. Kalau ingin 30 hari, maka 30 hari khusus menghafal Qur'an. Sebelum itu 10 hari mesti ta'aruf dengan Al-Qur'an.

Cara Ta'aruf dengan Al-Qur'an:

1. Cari Mushaf.
Kami beri nama At-Taisir untuk memudahkan menghafal. Di hari akhir gak akan ditanya hafal ayatnya, nomornya, tapi untuk memudahkan kalau mengajar. Mushafnya satu saja agar mudah.

2. Bikin Program.
Misalnya program membaca minimal 1 harinya 5 juz dibagi setiap waktu salat. Sebelum salat setengah juz, sesudah salat setengah juz. Malamnya salat tahajjud. Sabtu sampai Kamis membaca, Jumatnya berdoa minta dimudahkan, membaca Surah Al-Kahfi, perbanyak salawat dan sedekah. Hari ke 8 ulangi lagi juz 1-5. Hari ke 9 dan 10 ulangi lagi juz 1-5. Hari Senin mulai menghafal sehari 1 juz.

Setelah ta'aruf dengan Al-Qur'an, selanjutnya praktikkan 6 poin di atas. Mushaf khusus untuk menghafal namanya At-Taisir. Untuk anak-anak dan pemula ada yang 10 juz.

Demikian paparan Ustaz Adi Hidayat agar cepat menghafal Al-Qur'an. Semoga kita diberi taufik dan kekuatan untuk bisa mengamalkannya.