31 Oktober 2009
semua ada hikmah
hidup penuh hikmah dan pelajaran yang akan menjadikan kita dewasa dan mampu untuk menghadapai variasi dalam hidup ini, baik susah maupun senang, baik kurang maupun lebih, semua menjadi hikmah. Allah menciptakan segala sesuatu pasti dengan seksama sekali tiada yang sia-sia semua sudah ada ketentuan dan pelajaran.
15 Februari 2009
munajat
“Ya Allah, aku mohon kepadamu ampunan dan keselamatan dalam urusan agamaku dan duniaku, keluargaku dan hartaku. Ya Allah tutupilah aku dari segala yang memalukanku, dan tenteramlah aku dari rasa takut, Ya Allah, peliharalah aku dari depanku dan belakangku, dari kananku dan kiriku, dan dari atasku. Dan aku berlindung kepada keagunganMu dari ancaman yang datang dari arah bawahku.
Ya Allah, sehatkanlah badanku, Ya Allah sehatkanlah pendengaranku, Ya Allah, Sehatkanlah penglihatanku. Tiada Tuhan yang patut disembah selain Engkau. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kekufuran, Kefaikran dan dari siksa kubur. Tiada Tuhan yang patut disembah selain Engkau. Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tiada Tuhan yang patut disembah selain Engkau. Kau ciptakan aku dan aku adalah hambaMu, dan aku tetap pada sumpah dan janjiku padaMua semampuku.
Aku berlindung kepadaMu dari dari kejahatan apa yang telah aku lakukan. Aku datang kepadaMu dan menyatakan pengakuan akan segala nikmatMu yang Engkau limpahkan kepadaku. Aku datang kepadaMu mengakui segala dosaku, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.
Ya Allah, sehatkanlah badanku, Ya Allah sehatkanlah pendengaranku, Ya Allah, Sehatkanlah penglihatanku. Tiada Tuhan yang patut disembah selain Engkau. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kekufuran, Kefaikran dan dari siksa kubur. Tiada Tuhan yang patut disembah selain Engkau. Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tiada Tuhan yang patut disembah selain Engkau. Kau ciptakan aku dan aku adalah hambaMu, dan aku tetap pada sumpah dan janjiku padaMua semampuku.
Aku berlindung kepadaMu dari dari kejahatan apa yang telah aku lakukan. Aku datang kepadaMu dan menyatakan pengakuan akan segala nikmatMu yang Engkau limpahkan kepadaku. Aku datang kepadaMu mengakui segala dosaku, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.
27 November 2008
Apa sih Organisasi itu
“Tidak ada artinya Islam tanpa organisasi, dan tidak ada artinya organisasi tanpa disipilin, dan tidak ada gunanya disiplin tanpa ketaatan. ”Umar bin khotob (Jamalus johan; ”Nasehat orang-orang pintar di Dunia”;19)
A. Pendahuluan
Sejak manusia lahir-dalam hidupnya selalu saling membutuhkan sesamanya. Manusia saling tolong menolong, bekerja sama untuk mencapai dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Istilah lain manusia adalh makhluk Zone Politicon dengan kata lain tidak bisa hidup menyendiri.
Kalau jaman dulu, apabila seseorang ingin memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuannya, cukup dengan minta tolong tetangga terdekatnya atau memanggilkan siapa yang diperlukan. Maka pada jaman modern sekarang ini, tidak cukup dengan cara yang demikian. Akan tetapi segalanya diatur dengan ketentuan yang rapih dilakukan pembagian tugas yang merata sehingga tujuan yang hendak dicapai dapat diperoleh dalam waktu yang singkat dengan tenaga dan biaya yang sekecil-kecilnya dan yang demikian itu merupakan sesuatu yang terorganisir.
B. Arti Organisasi
Organisasi sering diartikan sama dengan perserikatan. Meskipun arti itu sudah menggambarkan kandungan arti organisasi disini akan kita jelaskan lebih lanjut :
1. Dari segi Bahasa
Organisasi berasal dari kata organ yang artinya tubuh.
2. Dari segi Istilah
Organisasi berarti sekelompok manusia yang bekerja sama dalam mencapai satu tujuan.
Jadi dengan arti organisasi yang demikian, maka orang-orang melakukan kerja sama tersebut ibarat bekerja samanya alat-alat tubuh yang masing-masingnya mendapat tugas sesuai dengan keahlian dan kecakapan sendiri-sendiri. Dengan demikian tujuan yang hendak dicapai itu akan terwujud dengan tenaga dan biaya yang sekecil-kecilnya.
C. Unsur-Unsur Organisasi
1. Sekelompok manusia
2. adanya kerja sama
3. Tujuan yang hendak dicapai
4. Teratur dan disiplin
Maka dengan itu bagaimana cara mengatur kerja sama antara beberapa orang untuk mencapai tujuan meliputi :
1) Keanggotaan
2) Susunan (struktur) organisasi
3) Pimpinan
4) Permusyawaratan
5) Pembiayaan
D. Fungsi Organisasi
Untuk mengkordinasikan, mengatur dan mengarahkan semua potensi yang dapat diberikan oleh setiap unsur di dalamnya. Selain itu organisasi bermanfaat bagi masyarakat, yaitu :
a. Menghidupkan sifat gotong royong
b. Tercipta persatuan dan persamaan
c. Mendidik kepemimpinan dalam masyarakat
d. Memajukan cita-cita dan tujuan
e. Dan lain-lain
E. Prinsip-Prinsip dalam Organisasi
a. Tujuan harus jelas dan konkrit
b. Jelas dalam pembagian tugas
c. Harus ada pemindahan tanggung jawab dari atas ke bawah
d. Ada sistem pengawasan yang bertingkat
e. Ada kesatuan perintah dan tanggung jawab
f. Organisasi bersifat pleksibel (sesuai dengan kebutruhan)
F. Bentuk Organisasi
a. Organisasi Otoriter (kebijakan terpusat pada pimpinan)
b. Organisasi Demokratis (kebijakan terpusat pada hasil musyawarah)
G. Macam-Macam Organisasi
a. Organisasi Independen (berdiri sendiri), contoh Muhammadiyah
b. Organisasi Otonom (organisasi yang bernaung pada satu induk organisasi), seperti IRM, HW, Aisyiyah, NA, IMM, Tapak Suci, menginduk ke Muhammadiyah.
H. Lalu Lintas Kekuasaan dan Tanggung Jawab Organisasi
a. Organisasi Bentuk Lurus
b. Organisasi Garis Lurus dan Staf
c. Organisasi Fungisional
I. Penutup
Berorganisasi itu perintah agama berdasarkan Firman Allah QS. Ali Imron ayat 104 :
Artinya : “Hendaklah ada diantara kamu sekalian sekolompok orang yang mengajak kepada kebaikan (Islam) yang mengajarkan manusia berbuat baik dan mencegah manusia berbuat jahat. Mereka itulah orang-orang yang beruntung”.
Ini adalah salah satu ayat yang memerintahkan manusia untuk berorganisasi (berjamaah dan berserikat) untuk kepentingan sesama manusia.
Hukum organisasi atau sesuai dengan fungsinya adalah melengkapi kebutuhan hidup dan alat untuk beramal dan mencapai keridloan Alloh itu wajib hukumnya.
Hal ini tertera dalam kaidah ushul fiqih berbunyi:
Artinya : “Segala sesuatu tidak akan sempurna kewajibannya kecuali apabila bersamanya (untuk kelengkapannya), maka ia pun menjadi wajib.
Wallahu’alam.
Semoga bermanfaat
( (yudee’s blog)
A. Pendahuluan
Sejak manusia lahir-dalam hidupnya selalu saling membutuhkan sesamanya. Manusia saling tolong menolong, bekerja sama untuk mencapai dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Istilah lain manusia adalh makhluk Zone Politicon dengan kata lain tidak bisa hidup menyendiri.
Kalau jaman dulu, apabila seseorang ingin memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuannya, cukup dengan minta tolong tetangga terdekatnya atau memanggilkan siapa yang diperlukan. Maka pada jaman modern sekarang ini, tidak cukup dengan cara yang demikian. Akan tetapi segalanya diatur dengan ketentuan yang rapih dilakukan pembagian tugas yang merata sehingga tujuan yang hendak dicapai dapat diperoleh dalam waktu yang singkat dengan tenaga dan biaya yang sekecil-kecilnya dan yang demikian itu merupakan sesuatu yang terorganisir.
B. Arti Organisasi
Organisasi sering diartikan sama dengan perserikatan. Meskipun arti itu sudah menggambarkan kandungan arti organisasi disini akan kita jelaskan lebih lanjut :
1. Dari segi Bahasa
Organisasi berasal dari kata organ yang artinya tubuh.
2. Dari segi Istilah
Organisasi berarti sekelompok manusia yang bekerja sama dalam mencapai satu tujuan.
Jadi dengan arti organisasi yang demikian, maka orang-orang melakukan kerja sama tersebut ibarat bekerja samanya alat-alat tubuh yang masing-masingnya mendapat tugas sesuai dengan keahlian dan kecakapan sendiri-sendiri. Dengan demikian tujuan yang hendak dicapai itu akan terwujud dengan tenaga dan biaya yang sekecil-kecilnya.
C. Unsur-Unsur Organisasi
1. Sekelompok manusia
2. adanya kerja sama
3. Tujuan yang hendak dicapai
4. Teratur dan disiplin
Maka dengan itu bagaimana cara mengatur kerja sama antara beberapa orang untuk mencapai tujuan meliputi :
1) Keanggotaan
2) Susunan (struktur) organisasi
3) Pimpinan
4) Permusyawaratan
5) Pembiayaan
D. Fungsi Organisasi
Untuk mengkordinasikan, mengatur dan mengarahkan semua potensi yang dapat diberikan oleh setiap unsur di dalamnya. Selain itu organisasi bermanfaat bagi masyarakat, yaitu :
a. Menghidupkan sifat gotong royong
b. Tercipta persatuan dan persamaan
c. Mendidik kepemimpinan dalam masyarakat
d. Memajukan cita-cita dan tujuan
e. Dan lain-lain
E. Prinsip-Prinsip dalam Organisasi
a. Tujuan harus jelas dan konkrit
b. Jelas dalam pembagian tugas
c. Harus ada pemindahan tanggung jawab dari atas ke bawah
d. Ada sistem pengawasan yang bertingkat
e. Ada kesatuan perintah dan tanggung jawab
f. Organisasi bersifat pleksibel (sesuai dengan kebutruhan)
F. Bentuk Organisasi
a. Organisasi Otoriter (kebijakan terpusat pada pimpinan)
b. Organisasi Demokratis (kebijakan terpusat pada hasil musyawarah)
G. Macam-Macam Organisasi
a. Organisasi Independen (berdiri sendiri), contoh Muhammadiyah
b. Organisasi Otonom (organisasi yang bernaung pada satu induk organisasi), seperti IRM, HW, Aisyiyah, NA, IMM, Tapak Suci, menginduk ke Muhammadiyah.
H. Lalu Lintas Kekuasaan dan Tanggung Jawab Organisasi
a. Organisasi Bentuk Lurus
b. Organisasi Garis Lurus dan Staf
c. Organisasi Fungisional
I. Penutup
Berorganisasi itu perintah agama berdasarkan Firman Allah QS. Ali Imron ayat 104 :
Artinya : “Hendaklah ada diantara kamu sekalian sekolompok orang yang mengajak kepada kebaikan (Islam) yang mengajarkan manusia berbuat baik dan mencegah manusia berbuat jahat. Mereka itulah orang-orang yang beruntung”.
Ini adalah salah satu ayat yang memerintahkan manusia untuk berorganisasi (berjamaah dan berserikat) untuk kepentingan sesama manusia.
Hukum organisasi atau sesuai dengan fungsinya adalah melengkapi kebutuhan hidup dan alat untuk beramal dan mencapai keridloan Alloh itu wajib hukumnya.
Hal ini tertera dalam kaidah ushul fiqih berbunyi:
Artinya : “Segala sesuatu tidak akan sempurna kewajibannya kecuali apabila bersamanya (untuk kelengkapannya), maka ia pun menjadi wajib.
Wallahu’alam.
Semoga bermanfaat
( (yudee’s blog)
11 November 2008
kisah
1O PEsan Allah Kepada nabi Musa As
Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan kepada sanadnya dari Jabir bin Abdillah r.a. berkata Rasulullah S.A.W bersabda : "Allah S.W.T. telah memberikan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. dalam alwaah 10 bab :
Wahai Musa jangan menyekutukan aku dengan suatu apa pun bahawa aku telah memutuskan bahawa api neraka akan menyambar muka orang-orang musyrikin.
Taatlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu nescaya Aku peliharamu dari sebarang bahaya dan akan Aku lanjutkan umurmu dan Aku hidupkan kamu dengan penghidupan yang baik.
Jangan sekali-kali membunuh jiwa yang Aku haramkan kecuali dengan hak nescaya akan menjadi sempit bagimu dunia yang luas dan langit dengan semua penjurunya dan akan kembali engkau dengan murka-Ku ke dalam api neraka.
Jangan sekali-kali sumpah dengan nama-Ku dalam dusta atau durhaka sebab Aku tidak akan membersihkan orang yang tidak mensucikan Aku dan tidak mengagung-agungkan nama-Ku.
Jangan hasad dengki dan irihati terhadap apa yang Aku berikan kepada orang-orang, sebab penghasut itu musuh nikmat-Ku, menolak kehendak-Ku, membenci kepada pembahagian yang Aku berikan kepada hamba-hamba-Ku dan sesiapa yang tidak meninggalkan perbuatan tersebut, maka bukan daripada-Ku.
Jangan menjadi saksi terhadap apa yang tidak engkau ketahui dengan benar-benar dan engkau ingati dengan akalmu dan perasaanmu sebab Aku menuntut saksi-saksi itu dengan teliti atas persaksian mereka.
Jangan mencuri dan jangan berzina isteri jiran tetanggamu sebab nescaya Aku tutup wajah-Ku daripadamu dan Aku tutup pintu-pintu langit daripadanya.
Jangan menyembelih korban untuk selain dari-Ku sebab Aku tidak menerima korban kecuali yang disebut nama-Ku dan ikhlas untuk-Ku.
Cintailah terhadap sesama manusia sebagaimana yang engkau suka terhadap dirimu sendiri.
Jadikan hari Sabtu itu hari untuk beribadat kepada-Ku dan hiburkan anak keluargamu. Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda lagi : "Sesungguhnya Allah S.W.T menjadikan hari Sabtu itu hari raya untuk Nabi Musa a.s. dan Allah S.W.T memilih hari Juma'at sebagai hari raya untukku."
Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan kepada sanadnya dari Jabir bin Abdillah r.a. berkata Rasulullah S.A.W bersabda : "Allah S.W.T. telah memberikan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. dalam alwaah 10 bab :
Wahai Musa jangan menyekutukan aku dengan suatu apa pun bahawa aku telah memutuskan bahawa api neraka akan menyambar muka orang-orang musyrikin.
Taatlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu nescaya Aku peliharamu dari sebarang bahaya dan akan Aku lanjutkan umurmu dan Aku hidupkan kamu dengan penghidupan yang baik.
Jangan sekali-kali membunuh jiwa yang Aku haramkan kecuali dengan hak nescaya akan menjadi sempit bagimu dunia yang luas dan langit dengan semua penjurunya dan akan kembali engkau dengan murka-Ku ke dalam api neraka.
Jangan sekali-kali sumpah dengan nama-Ku dalam dusta atau durhaka sebab Aku tidak akan membersihkan orang yang tidak mensucikan Aku dan tidak mengagung-agungkan nama-Ku.
Jangan hasad dengki dan irihati terhadap apa yang Aku berikan kepada orang-orang, sebab penghasut itu musuh nikmat-Ku, menolak kehendak-Ku, membenci kepada pembahagian yang Aku berikan kepada hamba-hamba-Ku dan sesiapa yang tidak meninggalkan perbuatan tersebut, maka bukan daripada-Ku.
Jangan menjadi saksi terhadap apa yang tidak engkau ketahui dengan benar-benar dan engkau ingati dengan akalmu dan perasaanmu sebab Aku menuntut saksi-saksi itu dengan teliti atas persaksian mereka.
Jangan mencuri dan jangan berzina isteri jiran tetanggamu sebab nescaya Aku tutup wajah-Ku daripadamu dan Aku tutup pintu-pintu langit daripadanya.
Jangan menyembelih korban untuk selain dari-Ku sebab Aku tidak menerima korban kecuali yang disebut nama-Ku dan ikhlas untuk-Ku.
Cintailah terhadap sesama manusia sebagaimana yang engkau suka terhadap dirimu sendiri.
Jadikan hari Sabtu itu hari untuk beribadat kepada-Ku dan hiburkan anak keluargamu. Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda lagi : "Sesungguhnya Allah S.W.T menjadikan hari Sabtu itu hari raya untuk Nabi Musa a.s. dan Allah S.W.T memilih hari Juma'at sebagai hari raya untukku."
bahaya mencela
MENCACI, MENCELA DAN MENGEJEK ORANG-ORANG YANG BERIMAN
Manusia adalah makhluk Allah yang sangat sempurna. Tetapi kesempurnaan itu dianggap berbeda olah makhluk Allah sendiri, ada orang yang menganggap dan memandang bahwa dirinyalah yang paling sempurna, saya cantik, saya ganteng, saya kaya, saya pintar, saya bisa ini, bisa itu misalnya. Padahal di sisi Allah semua manusia tak terkecuali semuanya sempurna. Tidak kaya, tidak miskin, tidak ini dan tidak itu, semuanya SEMPURNA.
Kesombongan yang timbul pada hati kita secara otomatis akan berimbas pada hati kita dan terwujud pada mulut lisan kita dengan menyebut orang lain lebih rendah dan kita yang paling sempurna. Ketika kita melihat orang yang mengalami kekurangan fisik, timul dalam hati saya lebih baik dri orang tersebut, bahkan menertawakan. Naudzubillah. Padahal tidak ada satupun ciptaan Allah itu yang gagal, semua sempurna, sempurna, dan sempurna. Dibalik kekurangannya terdapat keistimewaan yang maha luar biasa, dengan kata lain dalam diri kita ada yang lebih dan pasti ada yang kurang, pasti!
“ Hai Orang-orang yang beriman janganah suatu kaum mengolok-ngolok kaum yang lain (karena) bolej jadi mereka(yang diolok-olok) lebih baik dari mereka yang (mengolok-ngolok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-ngolok) wanita-wanita lain(karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita(yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim…” (Al-Hujurat : 11).
Sebagai salah bukti rahman rahimnya Allah, dalam ayat diatas ada peringatan bagi kita, bahwa sesungguhnya merendahkan, mencela, memaki orang lain itu adalah haram. Karena belum tentu orang yang kita olok-olok, orang yang kita caci, orang yang kita maki itu lebih rendah dari kita, melainkan kita itu lebih rendah dari orang yang kita olok.
Yakinilah Allah maha Mengetahui isi hati kita, Allah Maha Mengetahui satu patah kata yang terucap oleh mulut kita, dan Allah Maha mengetahui Maksud dari ucapa Kita. Dan Allah Maha mengetahui siapa yang Shaleh dan siapa yang salah. Pepetah mengatakan “sedalam-dalamnya lautan masih bisa diselami, tetapi hati tak ada yang bisa menembus dan mengetahuinya selain Allah Yang Maha Menguasai isi hati Kita disbanding kita sendiri.
Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasululloh saw bersabda yang artinya “ Janganlah kalian mencaci para sahabatku. Demi Dzat yang jiwaku ada ditangannya, seandainya salah seorang dari kalian mengeluarkan infak emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan setara dengan satu Mudd amalan mereka, bahkan tidak sampai setengah mudd.
• 1 mudd = kurang lebih ons.
An-nawawi berkata “Ketahuilah bahwa mencaci sahabat Rasul adalah keharaman yang paling keji, baik celaan itu ditujukan kepada sahabat yang ikut dalam peperangan maupun yang tidak. Mereka yang terlibat pertempuran pada saat itu adalah mujtahid, yang melakukan sesuatu berdasarkan alasan yang dapat diterima”.
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar dengan jelas seorang anak memanggil temannya dengan sebutan yang tak pantas. Tetapi karena pendidikan itu dimulai dari yang kecil maka sampai besarpun orang tersebut senantiasa memanggil saudara-saudaranya dengan sebutan yang tak pantas.
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasululloh saw bersabda:
“ Dua orang yang saling mencaci, apa yang mereka berdua katakana menjadi tanggung jawab orang yang memulai, selagi yang dicaci tidak melampaui batas (dalam membalas). ( Abu Daud IV/274).
Sebagai contoh jika A mencela B, kemudian B balas mencela A. Maka dosa kedua orang yang saling mencela ini menjadi tanggungan si A; dengan syarat ketika balas mencela, B tidak melampui batas. B tidak membalas celaan dengan celaan yang lebih buruk dan keji aripada celaan yang dilontarkan A. Tetapi bila B membalas celaan A dengan kelebihan nilai buruk dan keji tersebut sebagai sebuah dosa.
Manusia adalah makhluk Allah yang sangat sempurna. Tetapi kesempurnaan itu dianggap berbeda olah makhluk Allah sendiri, ada orang yang menganggap dan memandang bahwa dirinyalah yang paling sempurna, saya cantik, saya ganteng, saya kaya, saya pintar, saya bisa ini, bisa itu misalnya. Padahal di sisi Allah semua manusia tak terkecuali semuanya sempurna. Tidak kaya, tidak miskin, tidak ini dan tidak itu, semuanya SEMPURNA.
Kesombongan yang timbul pada hati kita secara otomatis akan berimbas pada hati kita dan terwujud pada mulut lisan kita dengan menyebut orang lain lebih rendah dan kita yang paling sempurna. Ketika kita melihat orang yang mengalami kekurangan fisik, timul dalam hati saya lebih baik dri orang tersebut, bahkan menertawakan. Naudzubillah. Padahal tidak ada satupun ciptaan Allah itu yang gagal, semua sempurna, sempurna, dan sempurna. Dibalik kekurangannya terdapat keistimewaan yang maha luar biasa, dengan kata lain dalam diri kita ada yang lebih dan pasti ada yang kurang, pasti!
“ Hai Orang-orang yang beriman janganah suatu kaum mengolok-ngolok kaum yang lain (karena) bolej jadi mereka(yang diolok-olok) lebih baik dari mereka yang (mengolok-ngolok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-ngolok) wanita-wanita lain(karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita(yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim…” (Al-Hujurat : 11).
Sebagai salah bukti rahman rahimnya Allah, dalam ayat diatas ada peringatan bagi kita, bahwa sesungguhnya merendahkan, mencela, memaki orang lain itu adalah haram. Karena belum tentu orang yang kita olok-olok, orang yang kita caci, orang yang kita maki itu lebih rendah dari kita, melainkan kita itu lebih rendah dari orang yang kita olok.
Yakinilah Allah maha Mengetahui isi hati kita, Allah Maha Mengetahui satu patah kata yang terucap oleh mulut kita, dan Allah Maha mengetahui Maksud dari ucapa Kita. Dan Allah Maha mengetahui siapa yang Shaleh dan siapa yang salah. Pepetah mengatakan “sedalam-dalamnya lautan masih bisa diselami, tetapi hati tak ada yang bisa menembus dan mengetahuinya selain Allah Yang Maha Menguasai isi hati Kita disbanding kita sendiri.
Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasululloh saw bersabda yang artinya “ Janganlah kalian mencaci para sahabatku. Demi Dzat yang jiwaku ada ditangannya, seandainya salah seorang dari kalian mengeluarkan infak emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan setara dengan satu Mudd amalan mereka, bahkan tidak sampai setengah mudd.
• 1 mudd = kurang lebih ons.
An-nawawi berkata “Ketahuilah bahwa mencaci sahabat Rasul adalah keharaman yang paling keji, baik celaan itu ditujukan kepada sahabat yang ikut dalam peperangan maupun yang tidak. Mereka yang terlibat pertempuran pada saat itu adalah mujtahid, yang melakukan sesuatu berdasarkan alasan yang dapat diterima”.
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar dengan jelas seorang anak memanggil temannya dengan sebutan yang tak pantas. Tetapi karena pendidikan itu dimulai dari yang kecil maka sampai besarpun orang tersebut senantiasa memanggil saudara-saudaranya dengan sebutan yang tak pantas.
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasululloh saw bersabda:
“ Dua orang yang saling mencaci, apa yang mereka berdua katakana menjadi tanggung jawab orang yang memulai, selagi yang dicaci tidak melampaui batas (dalam membalas). ( Abu Daud IV/274).
Sebagai contoh jika A mencela B, kemudian B balas mencela A. Maka dosa kedua orang yang saling mencela ini menjadi tanggungan si A; dengan syarat ketika balas mencela, B tidak melampui batas. B tidak membalas celaan dengan celaan yang lebih buruk dan keji aripada celaan yang dilontarkan A. Tetapi bila B membalas celaan A dengan kelebihan nilai buruk dan keji tersebut sebagai sebuah dosa.
Langganan:
Postingan (Atom)